LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Target pajak 2016 cuma naik 5 persen, Jokowi dinilai cari aman

Jokowi-JK diminta tak terus menyalahkan perlambatan ekonomi global sebagai penyebab rendahnya penerimaan pajak.

2015-08-18 15:11:50
Pajak
Advertisement

Dalam pidato pengantar nota keuangan dan RAPBN 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 1.368 triliun. Target tersebut cuma naik 5 persen dibanding target APBN-P 2015 sebesar Rp 1.489,2 triliun.

Menanggapi itu, prakarsa Koalisi APBN untuk Kesejahteraan Rakyat, AH Maftuchan menilai Jokowi hanya mencari aman.

"Pemerintah main aman, tidak progresif," ujar Maftuchan dalam diskusi bertajuk 'Tanggapan atas Nota RAPBN 2016 : Nawacita Setengah Tiang' di Jakarta, Selasa (18/8).

Advertisement

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK sebaiknya tidak terus menerus menyalahkan perlambatan ekonomi global sebagai penyebab rendahnya target penerimaan negara. Sebab fakta menunjukkan bahwa wajib pajak orang pribadi sebagai tulang punggung penerimaan pajak.

"Kalau perlambatan ekonomi selalu dijadikan alasan, kurang fair karena sumber utama penerimaan pajak kita saat ini adalah pajak orang pribadi," tuturnya.

Penduduk Indonesia lebih dari 200 juta jiwa penduduk. Dari jumlah itu, baru 50-60 penduduk yang mempunyai NPWP. Dari jumlah itu pun tidak semua patuh membayar pajak.

Advertisement

"Potensi wajib pajak kita itu 50 sampai 60 juta orang, kalau yang terdaftar NPWP masih separuh, artinya masih banyak potensi dari situ. Jadi jangan selalu beralasan karena perlambatan ekonomi global," ucapnya.

Baca juga:
Genjot ekonomi, menkeu sebut konsumsi masyarakat kudu dijaga
Juli 2015, BPS catat ekspor Indonesia turun 19,23 persen
Ini strategi bos pajak kejar pendapatan negara
Tiap tahun, produksi tomat surplus hingga 400 ribu ton
Ini strategi jangka pendek Kemendag hadapi kelebihan produksi tomat

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.