LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tantangan Indonesia Menuju Cashless Society

Head of Government Relations and Public Policy GoPay Brigitta Ratih mengungkapkan sejumlah tantangan untuk memperluas implementasi teknologi digital ke seluruh pelosok negeri. Termasuk di dalamnya memperkenalkan transaksi digital atau nontunai.

2019-10-24 15:17:19
Alat pembayaran
Advertisement

Head of Government Relations and Public Policy GoPay Brigitta Ratih mengungkapkan sejumlah tantangan untuk memperluas implementasi teknologi digital ke seluruh pelosok negeri. Termasuk di dalamnya memperkenalkan transaksi digital atau nontunai.

"Untuk masuk ke daerah-daerah itu masih tanda tanya. Apa yang bisa meningkatkan (penetrasi transaksi digital)," kata dia, di Jakarta, Kamis (24/10).

Menurut dia, perluasan transaksi nontunai bisa dilaksanakan lewat penyaluran ragam bantuan sosial Pemerintah. Sebab masuk sampai ke wilayah-wilayah pedesaan.

Advertisement

"Pertanyaan berikut, kalau bantuan sosial Pemerintah dibuka untuk disalurkan melalui nontunai apa kemudian masyarakat sudah siap. Infrastrukturnya sudah siap, internetnya ada, dan mereka-mereka masing (penerima) punya smartphone atau tidak,"

Sementara masyarakat perkotaan yang secara karakteristik lebih mampu menerima perubahan dan didukung oleh ketersediaan infrastruktur saja, lanjut dia, masih harus didorong dengan berbagai program, semisal pemberian berbagai promo.

"Jadi yang mendasar ketersediaan infrastruktur tadi. Di kota-kota besar saja, sebagai first adopter teknologi, kaum muda, kelas menengah yang konsumtif dia masih perlu dikasih (dorongan). Bagaimana kita masuk di kelas yang di bawah lagi," ungkapnya.

Advertisement

Digital Banking Business Product Head BTPN Waasi B Sumintardja mengakui bahwa dirinya tak yakin bahwa Indonesia akan menjadi cashless society 100 persen. Sebab kebutuhan orang akan kehadiran uang secara fisik tetap ada.

"Saya juga tidak percaya bahwa kita 100 persen akan cashless society. Karena tetap butuh kas. Bagaimanapun juga by nature kepercayaan orang ada fisik yang bisa dilihat. Buka laci, saya punya duit," jelas dia.

Selain itu berbagai faktor seperti demografi juga kesiapan masyarakat untuk menerima lalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan.

"Apakah kita bisa jadi 85 persen cashless, atau cuma 30 persen karena faktor banyak, demografi, kesiapan mereka, bagaimana kita melakukan usaha dan bekerja," tandasnya.

Baca juga:
Facebook Komitmen Bantu Ekonomi Indonesia Maju di Era Digital
APII Gandeng Astra Digital Hadirkan 3 Aplikasi Layanan di Bandara Soekarno-Hatta
Rudiantara Soal Whatsapp Pay: Yang Penting Lindungi Masyarakat
Sri Mulyani: Profesi Akuntansi Digantikan Robot 5 Tahun Lagi
Daihatsu Bikin Web Series Lagi, Ingin Dekat dengan Calon Kustomer Milenial
Bos Bappenas Ingatkan Multifinance Harus Siap Bersaing di Era Digital

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.