Tanpa modal fulus, pemburu kroto untung Rp 12 juta per bulan
Kroto sendiri diminati masyarakat untuk makanan burung dan belakangan ini juga digunakan untuk makanan ikan dan ayam peternak. Para pemburu biasanya mendapat 4 Kg kroto yang kemudian dijual seharga Rp 100.000 per Kg.
Seorang pemburu kroto atau telur semut di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kosasi (45) mengaku mampu meraup untung Rp 12 juta per bulan.
Warga pendatang asal Jawa Barat itu mengatakan, setiap hari dirinya berpenghasilan sekitar Rp 300.000 sampai Rp 400.000 dengan memburu kroto di kawasan hutan di daerah itu.
"Pekerjaan ini saya lakukan sejak 2014. Setiap hari saya bisa mengumpulkan sekitar 4 kilogram (Kg) kroto dengan harga Rp 100.000 per Kg," ujarnya seperti ditulis Antara, Rabu (5/4).
Dalam usaha ini, dia mengaku tidak harus mengeluarkan modal untuk meraup untung belasan juta tersebut karena hanya berbekal waring dan sebatang kayu untuk memecahkan sarang semut.
"Pekerjaan ini tidak butuh modal, hanya butuh upaya lebih keras dan rajin masuk keluar hutan," ujarnya.
Menurut dia, untuk mendapatkan 4 Kg kroto dirinya butuh waktu tiga jam saja, di mana telur-telur semut itu sudah ada yang menampungnya. "Kroto ini peminatnya banyak," ujarnya.
Kroto sendiri diminati masyarakat untuk makanan burung dan belakangan ini juga digunakan untuk makanan ikan dan ayam peternak.
"Tidak ada tantangan berarti saat mengambil telur semut kendati binatang itu menggigit tetapi tidak berbisa," ujarnya.
Baca juga:
Sarjana teknik ini keluar dari pekerjaan dan sukses berdagang
Kisah miris bos Uber jatuh bangun dirikan usahanya
Tak sengaja bikin produk, 5 orang ini mendadak kaya raya
Pakai kocek sendiri, pengusaha Kanada bantu hidup 200 imigran Suriah
Berkah olah ikan jadi abon, IRT di Makassar bisa keliling Indonesia