LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Tahun lalu, Tower Bersama raup pendapatan Rp 2,69 triliun

Meningkat 57 persen ketimbang pendapatan tahun sebelumnya.

2014-02-25 11:34:31
bursa saham
Advertisement

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) tahun lalu membukukan pendapatan Rp 2,69 triliun atau meningkat sebesar 57 persen dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan, dan amortisasi (EBITDA) meningkat sebesar 58 persen menjadi Rp 2,21 triliun.

Marjin EBITDA Perseroan juga meningkat menjadi 82 persen ketimbang sebelumnya 81,5 persen. Jika hasil triwulan keempat disetahunkan, maka total pendapatan Perseroan mencapai Rp 2,94 triliun dan EBITDA mencapai Rp 2,41 triliun.

Per 31 Desember 2013, total utang valas perseroan yang telah di hedging sebesar Rp 11,87 triliun. Dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 7,96 triliun.

Advertisement

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 854 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 11,013 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) Perseroan menjadi Rp 7,11 triliun.

Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 2,94 kali, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan keempat yang disetahunkan adalah 4,55 kali.

"Ini berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi beredenominasi Dollar Amerika dan Rupiah," kata Chief Executive Officer TBIG Hardi Wijaya Liong dalam siaran pers, Selasa (25/2).

Advertisement

Dalam periode sama, TBIG memiliki 16.577 penyewaan dan 10.134 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 8.866 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 228 jaringan DAS. Dengan total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 15.309, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,73.

"Kami bertumbuh sebanyak 2.985 penyewaan secara organik dimana penambahan ini termasuk penambahan 1.811 menara telekomunikasi. Ini menunjukkan kapabilitas kami dalam pemenuhan permintaan dalam jumlah besar dari pelanggan kami," imbuh Hardi.

Tahun ini, lanjut Hardi, perseroan berhasil mendiversifikasikan sumber pendanaan melalui penerbitan obligasi berdenominasi dolar Amerika dan rupiah sehingga meningkatkan fleksibilitas sumber pendanaan perseroan untuk mendanai belanja modal serta memenuhi kewajiban pinjaman.

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.