Tahun ini, BNI target DPK tumbuh 18 persen
Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sekitar 17-18 persen tahun ini. Pihaknya memiliki sejumlah strategi sudah dijalankan tahun sebelumnya. Diantaranya, menambah agen bank dan mengembangkan digit banking.
Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sekitar 17-18 persen tahun ini.
"Lebih tinggi ketimbang target pertumbuhan kredit," ujar Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni, saat jumpa pers, Jakarta, Rabu (12/4).
Untuk mencapai itu, kata Baiquni, pihaknya memiliki sejumlah strategi sudah dijalankan tahun sebelumnya. Diantaranya, menambah agen bank dan mengembangkan digit banking.
"Ini untuk memudahkan nasabah."
Kuartal pertama tahun ini, BNI mencatat perolehan DPK sebesar Rp 445,05 triliun. Tumbuh 19,8 persen ketimbang periode sama tahun lalu Rp 371,56 triliun.
Dari perolehan sebesar itu, sebanyak 58,5 persen masih didominasi komponen dana murah (current account saving account/casa).
BNI juga mencatat pertumbuhan aset sebesar 21,6 persen dari Rp 509,09 triliun menjadi Rp 618,81 triliun.
Baca juga:
BNI salurkan kredit Rp 396,5 triliun sepanjang kuartal I-2017
Kuartal I-2017, BNI raup laba Rp 3,23 triliun
Genjot industri properti RI, BTN siap beri penghargaan pengembang
Raup dana murah Rp 72 T, BTN klaim tumbuh di atas rata-rata industri
Perbankan disebut jadi surga wajib pajak sembunyikan harta
Ini cara OJK selamatkan bank krisis
OJK: Bank kita sehat, NIM Indonesia tertinggi di ASEAN