Tahun depan, ESDM bangun pembangkit listrik EBT di pelosok NKRI
Hal ini merupakan bentuk dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 sebesar Rp 2 triliun.
Kementerian Energi dan SUmber Daya Mineral berencana membangun berbagai infrastruktur di daerah-daerah terpencil di Indonesia, salah satunya pembangkit listrik energi terbarukan. Hal ini merupakan bentuk dari pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 sebesar Rp 2 triliun.
"Untuk tahun 2016, saya punya amanah mengelola hampir Rp 2 triliun-Rp 150 miliar yang kebanyakan 90 persen infrastruktur di daerah terpencil isolasi di wilayah perbatasan atau pulau-pulau kecil. Tugas kami melayani orang yang belum dapat listrik. Yang akan mulai dilelang ada 218 paket strategis hampir Rp 1,9 triliun," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana di kantornya di Jakarta, Jumat (27/11).
Pembangunan infrastruktur tersebut, diantaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebanyak 109 unit, dengan total kapasitas pembangkitnya 18,4 Megawatt (MW) yang tersebar mulai dari ujung barat ke ujung timur Indonesia. PLTS yang dibangun termasuk PLTS Hybrid, PLTS Terapung, dan PLTS rooftop bandara.
"Tidak hanya membangun PLTS, tapi kita juga menarik kabelnya ke rumah-rumah. Kita juga memasang tiga titik lampu LED, yang 5 watt masih terang benderang," kata dia.
Selain itu, kata dia, ada pula pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebanyak 25 unit dengan kapasitas 6,1 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLT Bayu) sebanyak satu unit dengan kapasitas 850 kw, dan Penerangan Jalan Umum (PJU) pintar di 10 kota.
Sedangkan untuk Bioenergi, ESDM akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebanyak 2 unit dengan kapasitas 1500 kw, 3 unit PLT Pome kapasitas 3000 kw, 1 unit PLT Bio Rumput Laut kapasitas 1000 kw, 1 unit PLT Minyak Nabati kapasitas 5000 kw, dan 33 unit BBM Storage kapasitas 23.100 kl.
"Sedangkan untuk pengembangan panas bumi di 2016-2019. Indonesia mendapat bantuan sebesar 1.716 mw dari 24 unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)," jelas Rida.
Nantinya, lanjut Rida, 218 paket strategis tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, pada tanggal 4 November-2 Desember 2015 sebanyak 35 paket. Kedua, tanggal 3 Desember-28 Desember 2015 sebanyak 112 paket. Ketiga, pada 29 Desember 2015 sebanyak 80 paket.
"Secara nominal, untuk paket 2 kurang lebih Rp 716 miliar, tahap 3 Rp 1,13 triliun. Tapi ini baru perencanaan yang kita lakukan adalah percepatan. Seperti yang dikatakan setiap hari terus bertambah," pungkas dia.
Baca juga:
Gabung Lembaga Energi Internasional, RI mau genjot energi alternatif
Terobosan unik Lebanon pasang panel surya di atas sungai
Tahun depan, pemerintah rencana bangun 94 PLTS dan 24 PLTMH
Upaya negara hadirkan listrik murah, dari impor sampai gandeng India
Ingin punya listrik murah, ESDM contek teknologi energi angin India