Tahun ajaran baru, pedagang perlengkapan sekolah kebanjiran pembeli
Perlengkapan sekolah dalam sehari bisa laku 10 sampai 20 potong.
Menjelang masuknya hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru 2016/2017, sejumlah pedagang perlengkapan sekolah di sejumlah pasar dan toko di Kota Palangka Raya kebanjiran pembeli.
Liana (30), pedagang di kawasan Pasar Besar, Palangka Raya mengatakan, mendekati pelaksanaan tahun ajaran baru, barang jualannya banyak dicari pembeli sehingga penghasilannya pun meningkat.
"Jika pada hari biasa, seragam laku hanya satu sampai tiga potong, tetapi sejak beberapa waktu lalu, khususnya baju dan perlengkapan sekolah dalam sehari bisa laku 10 sampai 20 potong. Meski biasanya hanya terjadi saat penerimaan siswa baru tetapi saya bersyukur pendapatan saya meningkat," kata wanita beranak satu itu seperti ditulis Antara, Minggu (17/7).
Jenis baju yang dicari pembeli sangat bervariasi mulai dari seragam SD, SMP hingga SMA baik untuk pria dan wanita. "Harga seragam sekolah bervariasi tergantung ukuran dan merek. Untuk baju anak SD dijual antara Rp 95.000-Rp 110.000 per pasang. Semakin besar ukuran baju maka harga juga lebih mahal. Tetapi jika ingin membeli seragam per potong juga bisa. Tergantung permintaan," tambahnya.
Salah seorang penjaga toko perlengkapan sekolah di Jalan KS Tubun, Palangka Raya, Wilda mengatakan, mendekati masa ajaran baru, produknya juga mengalami peningkatan penjualan.
"Banyak orang tua yang membeli keperluan sekolah untuk anaknya. Toko kami yang menyediakan perlengkapan kantor dan sekolah seperti buku dan pensil pun lebih ramai dari biasanya. Kebanyakan yang dicari ialah buku dan perlengkapan tulis," katanya.
Sementara itu, Irma warga Jalan Panglima Batur, Palangka Raya mengatakan sengaja membeli perlengkapan sekolah mendekati hari pertama sekolah karena sebelumnya ia bersama keluarga mudik merayakan Lebaran bersama keluarga.
"Anak saya tahun ini masuk SD, jadi semua harus beli baru baik itu seragam, tas, sepatu, buku dan lainnya. Saya baru beli saat ini karena kemarin, kami sekeluarga pulang kampung dan baru kembali ke sini mendekati tahun ajaran baru," katanya.
Saat berbelanja guna memenuhi keperluan anaknya, dia harus rela antre akibat banyaknya orang tua yang juga mencari keperluan sekolah untuk anaknya.
"Pada hari ini sangat ramai sekali orang tua yang ke pasar dan ke toko bersama anak-anaknya. Tak kalah dengan sebelum lebaran kemarin, saat akan membayar sepatu di salah satu toko pun harus antre. toko itu pun terasa sempit karena banyak pengunjung," katanya.
Baca juga:
Habis hawa pegunungan dalam botol, kini udara Ibiza dijual kalengan
Kontrakan di Bekasi laris disewa pendatang ingin cari kerja
Pengusaha sewa mobil mendulang untung saat Lebaran
Omzet pedagang boneka di Ragunan turun jadi Rp 60 juta tahun ini
Tempat penitipan hewan raup untung besar saat Lebaran
Intip tips atur uang THR agar bisa buka bisnis sampingan
Setelah parsel kentang, kini ada parsel kambing