Tahukah Anda? Pemkot Denpasar Tambah Enam Bus Listrik di Sanur, Dukung Kawasan Rendah Emisi
Pemkot Denpasar menambah enam unit bus listrik Sanur untuk mendukung kawasan rendah emisi. Langkah ini diharapkan mampu atasi kemacetan dan polusi udara di Sanur.
Pemerintah Kota Denpasar, Bali, mengambil langkah progresif dalam mewujudkan kawasan rendah emisi dengan menambah armada transportasi publik. Sebanyak enam unit bus listrik baru kini melengkapi enam unit yang telah beroperasi, siap melayani mobilitas warga dan wisatawan di kawasan Sanur.
Penambahan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Denpasar untuk mengatasi permasalahan kemacetan dan polusi udara yang kerap melanda salah satu jantung pariwisata Bali tersebut. Dengan total 12 unit bus listrik, diharapkan kualitas udara dan kenyamanan di Desa Adat Intaran serta Desa Adat Sanur dapat meningkat secara signifikan.
Inisiatif ini juga selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung pariwisata berkelanjutan dan ramah lingkungan. Bus listrik diharapkan tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga menjadi solusi efektif bagi kepadatan lalu lintas di area strategis yang menjadi poros pendapatan asli daerah Kota Denpasar.
Penguatan Armada Bus Listrik untuk Sanur Hijau
Sekretaris Daerah (Sekda) Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, menegaskan bahwa penambahan enam unit bus listrik ini akan menjadikan total armada menjadi 12 unit. Langkah ini merupakan bagian integral dari strategi Pemkot Denpasar untuk mengembangkan Sanur sebagai kawasan rendah emisi yang menjadi percontohan bagi wilayah lain.
Sebelumnya, enam bus listrik telah menjalani masa uji coba sejak 1 Agustus 2025 dengan rute yang mencakup Pantai Segara Ayu hingga Pantai Mertasari. Selama sebulan masa uji coba tersebut, bus-bus ini berhasil mengangkut sekitar 800 penumpang, baik dari kalangan warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Sanur.
Keberhasilan uji coba ini menjadi indikator positif bahwa masyarakat siap menerima dan memanfaatkan transportasi publik berbasis listrik. Pemkot Denpasar melihat kolaborasi dengan desa adat sebagai kunci utama dalam menyukseskan program ini, memastikan keterlibatan bersama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan lingkungan dan transportasi.
Solusi Kemacetan dan Penataan Infrastruktur Pendukung
Selain mengurangi emisi, keberadaan bus listrik di Sanur juga ditujukan untuk mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara yang kerap terjadi. Dengan adanya transportasi massal yang efisien, diharapkan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke kawasan ini dapat berkurang secara signifikan, menciptakan lingkungan yang lebih nyaman.
Upaya membangun kawasan rendah emisi tidak hanya berhenti pada penyediaan bus listrik, tetapi juga didukung oleh penataan infrastruktur jalan. Sekda Denpasar, Alit Wiradana, menyebutkan bahwa pada tahun 2025, penataan Jalan Danau Tamblingan telah dilakukan, dan rencananya pada tahun 2026 akan dikembangkan ke Jalan Danau Poso.
Penataan infrastruktur ini sangat penting mengingat Sanur dan Intaran merupakan poros jantung pendapatan asli daerah Kota Denpasar. Dengan infrastruktur yang mendukung, aksesibilitas kawasan akan semakin baik, sekaligus memperkuat citra Sanur sebagai destinasi pariwisata yang modern dan berkelanjutan.
Optimalisasi Operasional dan Anggaran Pengadaan
Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menjelaskan bahwa optimalisasi bus listrik akan melibatkan pembentukan kantong-kantong parkir. Kantong parkir ini akan ditempatkan di sentral parkir maupun rumah-rumah warga, sehingga bus listrik dapat membantu mengurangi kepadatan jalan akibat parkir liar yang selama ini menjadi masalah.
Langkah ini diharapkan dapat secara efektif mengurangi kemacetan dan menjadikan Kawasan Sanur sebagai area percontohan rendah emisi. Sriawan menambahkan bahwa setelah tahap pertama dengan enam unit, pada November mendatang jumlah bus akan menjadi 12 unit, dengan uji coba yang terus dimantapkan.
Seluruh pengadaan bus listrik rendah emisi ini dibiayai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Denpasar. Total anggaran yang dialokasikan untuk 12 unit bus listrik ini mencapai Rp6 miliar, menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam investasi pada transportasi publik ramah lingkungan.
Sumber: AntaraNews