Tahukah Anda, Ekspor Salak Sleman Tembus Rp1,5 Miliar Bulanan Berkat Pendampingan Barantin?
Paguyuban petani CV Mitra Turindo mengungkapkan kelancaran Ekspor Salak Sleman ke Asia dan Timur Tengah berkat pendampingan Badan Karantina Indonesia (Barantin), mencapai miliaran rupiah per bulan.
Paguyuban petani salak Kabupaten Sleman, CV Mitra Turindo, mengungkapkan peran vital Badan Karantina Indonesia (Barantin) dalam mendukung kelancaran ekspor komoditas unggulan mereka. Dukungan ini telah memungkinkan salak Sleman menembus pasar internasional, khususnya di Asia dan Timur Tengah. Kerja sama erat ini menjadi kunci keberhasilan para petani dalam menjangkau konsumen global.
Ketua Paguyuban CV Mitra Turindo, Suroto, menyatakan bahwa pihaknya selalu mendapatkan pendampingan dari Barantin. Pendampingan tersebut meliputi pengurusan berbagai dokumen penting yang diperlukan untuk kegiatan ekspor. Hal ini memastikan proses pengiriman salak dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
Sejak memulai ekspor pada tahun 2017, Mitra Turindo, yang merupakan korporasi kelompok petani dari Kapanewon Turi dan Pakem, telah secara konsisten menerima dukungan Barantin. Bantuan ini sangat krusial mengingat setiap negara tujuan memiliki persyaratan ekspor yang berbeda-beda.
Miliaran Rupiah dari Ekspor Salak Sleman ke Mancanegara
Keberhasilan ekspor salak dari Sleman tidak main-main. Saat ini, volume ekspor rata-rata mencapai 15 hingga 16 kali per bulan. Nilai transaksi dari kegiatan ekspor salak ini diperkirakan berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar setiap bulannya. Ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar dari komoditas lokal tersebut.
Suroto menjelaskan lebih lanjut mengenai kapasitas pengiriman salak. "Sekali ekspor kalau pakai pesawat bisa 5 ton hingga 7 ton, kalau menggunakan kapal laut bisa mencapai 15 ton," katanya. Angka ini menggambarkan skala operasional yang signifikan dalam mendistribusikan salak Sleman ke pasar global. Destinasi utama ekspor salak Sleman meliputi Tiongkok, Kamboja, Arab Saudi, dan beberapa negara lain di Timur Tengah.
Meskipun setiap negara tujuan memiliki standar dan persyaratan yang unik, Barantin selalu hadir untuk membantu. Pendampingan ini memastikan bahwa semua regulasi dipenuhi dengan baik. Dengan demikian, ekspor salak Sleman dapat terus berjalan lancar dan berkelanjutan.
Komitmen Barantin dalam Mendorong Ekspor Nasional
Kepala Barantin, Sahat M Panggabean, menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung penguatan ekspor nasional. Komitmen ini tidak hanya terbatas pada jaminan kesehatan dan keamanan pangan produk ekspor. Barantin juga aktif memberikan bimbingan serta pendampingan untuk memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari. Upaya ini sangat penting untuk menjaga kualitas produk Indonesia di mata dunia.
Pada kesempatan pelepasan ekspor salak dan bimbingan teknis di Sleman, Sahat menyoroti kontribusi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap pendapatan ekspor. "Hingga Oktober 2025, DIY sendiri mencatatkan pendapatan dari Ekspor mencapai 787,5 miliar," ujarnya. Pendapatan ekspor DIY didominasi oleh komoditas seperti Kulit Kambing, Tokek, Tenggiri, Kerapu, Vanili, dan tentu saja, Salak.
Barantin tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan hayati komoditas ekspor. Lembaga ini juga berperan sebagai edukator bagi para pelaku usaha. Mereka diedukasi agar mampu memenuhi standar negara tujuan ekspor sesuai protokol fitosanitari yang berlaku. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan produk Indonesia diterima dengan baik di pasar internasional.
Sahat menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan dan sertifikasi karantina ini merupakan bentuk nyata kontribusi Barantin. Kontribusi ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terutama dalam upaya melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi, serta membangun ekonomi dari desa dan dari bawah untuk pemerataan nasional.
Inovasi Digital Barantin untuk Akselerasi Ekspor
Untuk lebih memudahkan pelaku usaha, Barantin telah menerapkan layanan digitalisasi melalui sistem "BEST TRUST". Inovasi ini dirancang untuk mempercepat dan mengefisienkan proses perolehan sertifikasi ekspor. Dengan sistem ini, sertifikasi bahkan dapat dilakukan langsung di daerah asal komoditas.
Penerapan sistem BEST TRUST ini memiliki dampak ganda. Selain mempercepat birokrasi, inovasi ini juga secara signifikan mendorong peningkatan ekonomi daerah. Ini membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal di seluruh Indonesia. Barantin berkomitmen menjadikan layanan karantina sebagai bagian integral dari rantai nilai ekspor nasional.
"Barantin berkomitmen kuat, menjadikan layanan karantina sebagai bagian integral dari rantai nilai ekspor nasional, menjaga negeri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegas Sahat. Pernyataan ini menegaskan peran strategis Barantin dalam menjaga keamanan hayati sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi melalui ekspor.
Sumber: AntaraNews