Survei: Pekerja muda di Negeri Paman Sam ogah jadi bos
"Pekerja muda generasi milenial lebih ingin menjadi seorang pakar ketimbang memimpin orang lain."
Addison Group menilai hanya sepertiga pekerja Amerika Serikat meyakini menjadi manajer bakal melesatkan karir. Itu didasarkan pada hasil survei digelar lembaga konsultan sumber daya manusia berbasis di Chicago, belum lama ini.
Laporan tersebut memuat respon 1.496 pekerja Paman Sam kelahiran 1946-1995. Intinya menyebut hanya seperempat pekerja tertarik menjadi manajer.
Sebaliknya, 17 persen pekerja tak berminat dalam hal memimpin orang lain.
"Pekerja muda generasi milenial lebih ingin menjadi seorang pakar ketimbang memimpin orang lain. Ini bisa menjadi persoalan jika terus dianggap remeh," kata Steve Wolfe, Executive Vice President of Operations Addison Group, seperti dikutip Bloomberg, kemarin.
Lebih lanjut diungkapkan, pekerja milenial, kelahiran 1980-1994, memiliki ketertarikan lebih kecil ketimbang generasi sebelumnya dalam persoalan manajerial. Meskipun, generasi milenial dinilai memiliki ambisi lebih dalam mengejar karir.
Sekedar gambaran, seperempat atau 25 persen generasi milenial mengaku mengincar promosi jabatan. Bandingkan dengan generasi X, kelahiran 1960-1980, hanya 19 persen dan baby boomers, kelahiran 1946-1960, hanya 9 persen.
Scott DeRue, wakil dekan sekolah bisnis Universitas Michigan, mengatakan, perusahaan-perusahaan teknologi sudah beradaptasi dengan realitas baru tersebut. Semisal, Alphabet (perusahaan induk Google) dan Oracle telah mendesain jalur karir non-manajemen.
"Karir individual berjalan paralel dengan jalur manajemen di perusahaan teknologi. Kuncinya adalah Anda memilih jalur tepat untuk membangun kesuksesan," katanya.
Terobosan ini, lanjut DeRue, bukan lantaran pemilih karir nonmanajemen tak realistis untuk mendapatkan posisi struktural di perusahan. Melainkan posisi struktural tersebut tak cocok dengan idealisme mereka.
"Terjadi perubahan di periode akhir 1990. Di mana, tak ada pekerja menginginkan bekerja di dalam kantor. Tapi, setiap pekerja ingin memimpin dengan caranya sendiri."
Baca juga:
Produktivitas pekerja Indonesia lebih rendah dari Malaysia & Vietnam
Di Asia, Singapura dinilai paling ciamik bikin pekerja berkualitas
Di pasar bebas ASEAN, JK yakin Indonesia tak diserbu pekerja asing
Diserbu pekerja asing, HIPMI minta Bela Negara harus perkuat ekonomi
Diduga langgar izin visa, 39 WNA diamankan Imigrasi Tanjung Perak