Survei: 88 Persen Penerima Kartu Pekerja Berstatus Pengangguran
Survei evaluasi program kartu prakerja mencatat, 88 persen penerima manfaat dari program ini berstatus sedang tidak bekerja. Hal tersebut sejalan dengan konsep Kartu Prakerja, yakni untuk menjaring pencari kerja atau pekerja yang di-PHK agar memperoleh nilai tambah melalui pelatihan-pelatihan.
Survei evaluasi program kartu prakerja mencatat, 88 persen penerima manfaat dari program ini berstatus sedang tidak bekerja. Hal tersebut sejalan dengan konsep Kartu Prakerja, yakni untuk menjaring pencari kerja atau pekerja yang di-PHK agar memperoleh nilai tambah melalui pelatihan-pelatihan.
"Penerima kartu prakerja ketika mendaftar, mereka 88 persen tidak bekerja," ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari dalam diskusi daring, Selasa (3/11).
Survei yang dilakukan pada periode 5 Agustus - 31 Oktober 2020 ini melibatkan 2.423.865 penerima kartu prakerja. Denni menambahkan, data ini masih terus mengalami penyesuaian seiring dengan rangkaian proses program kartu prakerja yang masih berjalan.
Dari sisi usia, paling banyak antara 18-35 tahun dengan pendidikan SMA ke atas. Kendati begitu, ada pula penerima manfaat yang berasal dari jenjang pendidikan SD dan SMP.
"Meskipun ini cenderung SMA ke atas, tapi yang lulusan SD maupun SMP pun ada yang mendaftar. Ada 19 persen itu SMP ke bawah," papar Denni.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Program Kartu Prakerja akan Berlanjut di 2021
Pemerintah Lakukan Tata Kelola Jamin Kualitas Pelatihan Kartu Prakerja
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Dibuka Siang Ini
Manajemen Kartu Prakerja Telah Cabut 373.745 Kepesertaan
Manajemen Kartu Prakerja Gandeng Kejaksaan Agung untuk Penanganan Masalah Hukum
CEK FAKTA: Hoaks Mendaftar Program Prakerja Bisa Dapat Kartu Bahan Bakar Shell