LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Suku Bunga Kredit Diharapkan Tetap di Bawah 10 Persen

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menyoroti tren penurunan suku bunga kredit di tengah terpangkasnya cost of fund dan melimpahnya likuiditas perbankan.

2020-12-02 15:57:53
Kementerian BUMN
Advertisement

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo menyoroti tren penurunan suku bunga kredit di tengah terpangkasnya cost of fund dan melimpahnya likuiditas perbankan. Dia berharap suku bunga kredit bisa terus turun di bawah 10 persen seperti harapan pelaku industri perbankan, bahkan terus berlanjut hingga era pandemi Covid-19 usai.

"Harapannya setelah nanti konsolidasi perbankan ini semakin baik pasca covid, diharapkan suku bunga kredit bisa ada di kisaran di bawah 10 persen," ujar Tiko dalam sesi teleconference, Rabu (2/12).

Menurutnya, perbankan di Indonesia sebenarnya termasuk yang tidak terlalu berdampak signifikan terhadap pandemi Covid-19, meski di sisi lain pendapatan pelaku industri bank turun sekitar 20 persen. "Namun diharapkan akan ada istilahnya Nike shoot recovery. Jadi di 2020 dan 2021 ini ada penurunan, namun akan meningkatnya lagi cukup tajam. Jadi ini kayak lambang Nike," imbuhnya.

Advertisement

Secara proyeksi, tren penurunan pendapatan bank berakhir pada 2021 mendatang. Sebab selama pandemi corona bank harus melakukan restrukturisasi kredit sehingga ada penurunan pendapatan pokok dan bunga.

"Tapi after covid nanti perbankan juga diperkirakan akan menjadi sektor yang cepat rebound, karena kita lihat likuiditas perbankan menunjukan bahwa daya beli masyarakat cukup besar," jelas Tiko.

"Jadi masalahnya lebih ke confidence terhadap kesehatan. Begitu kesehatan bisa dijawab permasalahannya, harapannya masyarakat cukup punya dana untuk lakukan spending. Terutama untuk barang-barang besar seperti rumah," tandasnya.

Advertisement

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Penyaluran Kredit dari Dana PEN di Perbankan Capai Rp254,37 Triliun
Ada Dana Rp1.200 T Mengendap di Perbankan Akibat Rendahnya Permintaan Kredit
Restrukturisasi Kredit Imbas Corona Capai Rp192,25 T, Terbesar dalam Sejarah BRI
BRI Incar Pertumbuhan Kredit 5 Persen di 2021
Ada UU Cipta Kerja, Menteri Teten Ungkap UMKM Bisa Ambil Kredit Bank Tanpa Agunan
LPS Minta Perbankan Segera Turunkan Suku Bunga Kredit

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.