Strategi Rizal Ramli Tekan Krisis Ekonomi di Indonesia
Ekonom Rizal Ramli menilai pemerintah harus melakukan perubahan terhadap kebijakan ekonomi. Apabila tidak ada perubahan dengan strategi dan policy, yang akan terjadi adalah krisis.
Ekonom Rizal Ramli memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan terus menurun. Bahkan, ekonomi Indonesia di 2019 diprediksi hanya mencapai 4,5 persen.
Untuk itu, dia menyarankan pemerintah harus melakukan perubahan terhadap kebijakan ekonomi. Apabila tidak ada perubahan dengan strategi dan policy, yang akan terjadi adalah krisis.
"Study-nya itu menunjukkan setiap krisis itu yang terpukul selalu masyarakat bawah. Harapannya untuk keluar dari masalah krisis ini adalah hentikan pajak untuk masyarakat kecil. Pemerintah harus genjot pertumbuhan ekonomi dan tingkatkan daya beli masyarakat kecil," tutur Rizal Ramli di Jakarta, Senin (12/8).
Untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, teorinya sederhana. Pertama, naikkan gaji masyarakat kecil sehingga mereka akan punya daya beli untuk sektor-sektor ritel. Dengan begini, ekonomi akan terus berjalan.
"Kalau kita pro dengan masyarakat kecil dan bukan sebaliknya, ekonomi akan berjalan semestinya," ucapnya.
Sebelumnya, Rizal Ramli meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 4,5 Persen. Prediksi tersebut dengan mempertimbangkan seluruh faktor ekonomi makro yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu ekonomi makro yang terus menurun seperti current account defisit (CAD) merosot ke USD 8 miliar. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah jangan sampai kondisi ini membuat Indonesia harus mengalami krisis seperti 1997 dan 1998.
"Indikator makro menunjukkan makin merosot. Grafik CAD makin merosot sampai terakhir USD 8 miliar. PDB juga meningkat lumayan besar dan ini membahayakan. Dulu juga terjadi 1998 kayak gini. Cuman seperti biasa pejabat kita kepedean sibuk bantah-bantah," jelasnya.
Reporter Magang: Rhandana Kamilia
Baca juga:
Wapres JK Ingatkan Menko Darmin dan Sri Mulyani Soal Krisis Ekonomi 10 Tahunan
Ironi Turkmenistan, Negara Kaya Gas Alam tapi Dibekap Hiperinflasi dan Kelaparan
Cerita Eks Wapres Boediono, Harga Beras Naik 2 Kali Setahun Saat Krisis 1998
Darmin Nasution Sebut Gejolak Ekonomi 2019 Tak Akan Separah Tahun Lalu, ini Sebabnya
Bank Indonesia Beberkan Kebijakan Penangkal Krisis Ekonomi Kembali Datang
Ekonom Nilai Kekhawatiran Akan Resesi Ekonomi Dunia Terlalu Dini