Strategi bos BI jaga stabilitas ekonomi saat harga minyak dunia meroket
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia akan berdampak pada kenaikan angka inflasi dalam negeri. Meski begitu, angka inflasi akan tetap terjaga sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengakui bahwa kenaikan harga minyak dunia akan berdampak pada kenaikan angka inflasi dalam negeri. Meski begitu, angka inflasi akan tetap terjaga sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
"Harga minyak dunia ada kenaikan. Kalau secara langsung atau tidak berdampak pada inflasi di Indonesia. Secara umum percaya inflasi kita ada di target range," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (23/2).
Agar kenaikan harga tersebut tidak memengaruhi perekonomian dalam negeri, pihaknya akan menjaga agar inflasi komponen volatile food tetap terjaga rendah, yakni berada di kisaran 4-5 persen.
"Nanti ada tekan di harga administered prices mungkin harga BBM ada tekanan karena harga minyak dunia naik, itu kalau di-blend dengan Volatile food inflasi tetap di 3,5 persen," kata dia.
Selain itu, Bank Indonesia pun mencatat bahwa aliran dana dari luar negeri yang masuk ke Indonesia masih terus terjadi. "Dana masuk tetap terjaga. Sampai dengan minggu kemarin masih ada Rp 13 triliun, year to date yang akan masuk," tandasnya.
Baca juga:
BPJS Ketenagakerjaan investasikan Rp 60 triliun bangun infrastruktur RI
Mei 2018, perbankan siap keluarkan kartu GPN
BPJS Ketenagakerjaan gandeng KPK kelola dana Rp 321 triliun
Ini daftar 36 proyek elevated yang dihentikan sementara
Pengelolaan kelapa sawit sudah sesuai ketentuan namun masih dikritik
Januari 2018, pembayaran klaim BPJSTK mencapai Rp 2,13 miliar