Startup TaniHub Bakal Akuisisi Perusahaan Lain dan Melantai di Bursa Saham
CEO TaniHub Group, Pamitra Wineka mengatakan, proses melantai di bursa tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sebentar. Kendati, pihaknya akan menyiapkan rencana IPO tersebut sesegera mungkin.
Startup bidang pertanian, TaniHub Group mempertimbangkan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering) dan akuisisi perusahaan lain.
CEO TaniHub Group, Pamitra Wineka mengatakan, proses melantai di bursa tidak bisa dilakukan dalam waktu yang sebentar. Kendati, pihaknya akan menyiapkan rencana IPO tersebut sesegera mungkin.
"Sambil kita persiapkan dari jauh-jauh hari, kita belum tahun kapan pastinya. Yang pasti, dalam 3 tahun ke depan, itu waktu yang menurut saya cukup oke," ujar pria yang akrab disapa Eka tersebut dalam acara executive interview secara virtual, Senin (31/5).
Menurut Eka, pemerintah juga terus mengejar startup untuk bisa IPO agar kedalaman pasar modal Indonesia lebih besar. Kemudian selain IPO, TaniHub juga mempertimbangkan adanya akuisisi atau merger perusahaan lain.
Tiap perusahaan, katanya, memiliki modal yang kuat di masing-masing lini. Ada yang kuat di lini model business to business, ada yang di lini business to consumer, ada pula yang kuat di sisi hulu.
"TaniHub sendiri fokus di sisi hulu, yaitu dengan mengambil hasil pertanian lalu mengolahkan melalui warehouse maupun processing and packing center (PPC)," katanya.
Dengan adanya akuisisi atau merger, operasional akan lebih efisien dan peluang pertumbuhan perusahaan juga akan semakin besar.
Adapun beberapa waktu lalu, startup ini mendapatkan pendanaan seri B senilai USD 65,5 juta atau sekitar Rp 932 miliar (asumsi kurs Rp 14.241). Eka bilang, TaniHub akan fokus membangun mini hub dan melakukan pengembangan produk serta layanan melalui penguatan teknologi pada berbagai lini bisnis.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemerintah Libatkan Startup Bantu Sukseskan Transformasi Ekonomi Digital
3 Tips Sukses Bangun Bisnis Startup
Indonesia Duduki Peringkat 5 Pemilik Startup Terbanyak Dunia
Imbas 1 Tahun Pandemi, Jumlah Startup di Indonesia Alami Penurunan
Startup TokoTalk Bantu Lebih 500 Ribu UMKM Rambah Bisnis Digital