LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sritex, Riwayatmu Kini

Kisah jatuh bangun Sritex, perusahaan tekstil raksasa Indonesia yang bermula dari kios kecil di Solo hingga menghadapi ancaman kebangkrutan.

Jumat, 28 Feb 2025 16:16:30
sritex bangkrut
Sritex, Riwayatmu Kini (merdeka.com)
Advertisement

Pabrik Sritex membentang luas di Jalan KH Samanhudi, Sukoharjo, Jawa Tengah. Bayangkan, bangunan-bangunan pabrik yang modern berdiri kokoh di tengah hamparan sawah yang hijau membentang sejauh mata memandang. Luasnya kurang lebih 70 hektare. Kontras yang unik, perpaduan antara teknologi modern dan keindahan alam khas pedesaan.

Lokasi ini bukan hanya sekadar tempat produksi, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang Sritex dan kontribusinya bagi masyarakat sekitar. Keberadaan Sritex atau PT Sri Rejeki Isman Tbk di Sukoharjo telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Ribuan karyawan berasal dari daerah tersebut, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, Sritex juga turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum di sekitar pabrik. Namun, kini pemandangan tersebut dibayangi oleh ketidakpastian masa depan. Ancaman penutupan pabrik akan berdampak besar pada perekonomian Sukoharjo dan sekitarnya. Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian, dan dampak sosial ekonomi akan sangat terasa.

Siapa yang tak kenal Sritex? Dulu, nama perusahaan tekstil ini begitu perkasa, menjadi kebanggaan Indonesia bahkan Asia Tenggara. Berawal dari sebuah kios kecil bernama 'Sri Redjeki' di Pasar Klewer, Solo pada tahun 1966 oleh H.M. Lukminto, Sritex menjelma menjadi produsen tekstil-garmen terintegrasi yang besar.

Advertisement

Namun, kini, perusahaan yang resmi berdiri sebagai PT Sri Rejeki Isman pada tahun 1978 ini tengah menghadapi badai besar, terjerat kesulitan keuangan yang mengancam keberlangsungan usahanya. Bagaimana perjalanan panjang Sritex hingga mencapai titik ini, dan apa dampaknya bagi Indonesia?

Perkembangan pesat Sritex, terutama di era Orde Baru, tak lepas dari strategi bisnis yang tepat dan penguasaan teknologi produksi tekstil yang terintegrasi. Keempat lini produksi, mulai dari pemintalan, penenunan, pencetakan, pencelupan, hingga garmen, menjadikan Sritex sebagai pemain utama di industri tekstil Indonesia. Namun, seiring perubahan zaman dan persaingan global yang semakin ketat, Sritex mengalami penurunan kinerja dan terpaksa melakukan efisiensi, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan.

Advertisement

Kabar mengenai penutupan Sritex dan statusnya yang hampir bangkrut telah menjadi headline berita di berbagai media. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para investor dan pelaku usaha, sekaligus menyoroti kerentanan industri tekstil Indonesia yang juga dialami perusahaan lain seperti Primissima. Meskipun penyebab pasti kebangkrutan belum dijelaskan secara detail, namun kisah Sritex ini menjadi cerminan tantangan yang dihadapi industri tekstil dalam menghadapi persaingan global dan perubahan ekonomi.

Sepanjang sejarahnya, Sritex telah memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu produsen tekstil terbesar, Sritex telah menyerap banyak tenaga kerja, menghasilkan devisa negara melalui ekspor produk tekstil, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sritex juga dikenal sebagai perusahaan yang memiliki komitmen terhadap kualitas produk dan kepuasan pelanggan.

Namun, ancaman kebangkrutan Sritex juga menjadi pengingat betapa pentingnya manajemen risiko dan adaptasi terhadap perubahan pasar global. Keberhasilan Sritex di masa lalu tidak menjamin keberhasilan di masa depan. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi, tren pasar, dan persaingan global.

Kegagalan Sritex juga menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan dan mendukung perkembangan industri tekstil dalam negeri. Dukungan berupa kebijakan yang tepat, akses permodalan yang mudah, dan pelatihan bagi tenaga kerja akan sangat penting untuk menjaga daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global.

Sritex akan menghentikan operasionalnya mulai 1 Maret 2025. Keputusan ini berakibat langsung pada sekitar 8.400 karyawan yang akan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Dengan kata lain, hari ini adalah hari terakhir 8.400 karyawan tersebut bekerja.

Namun, berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah, jumlah karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Sritex Group secara keseluruhan entitas usaha lainya telah mencapai angka mengejutkan, yaitu 10.965 orang.

Keputusan ini berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang dengan Nomor: 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN.Niaga.Smg yang ditetapkan pada 21 Oktober 2024, serta diperkuat oleh Putusan Kasasi Mahkamah Agung dengan Nomor: 1345 K/PDT.SUS-PAILIT/2024 tertanggal 18 Desember 2024.

Dalam putusan tersebut, dinyatakan bahwa PT Sri Rejeki Isman Tbk bersama tiga entitas lainnya PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, dan PT Primayudha Mandirijaya dinyatakan dalam keadaan pailit beserta seluruh konsekuensi hukumnya

Advertisement

Besok, jika Sritex benar-benar menutup usahanya, maka akan meninggalkan jejak sejarah yang panjang dan kompleks. Kisah suksesnya menjadi inspirasi, namun kejatuhannya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Semoga kisah Sritex dapat menjadi momentum untuk memperbaiki dan memperkuat industri tekstil Indonesia agar lebih tangguh dan berdaya saing di masa depan.

Berita Terbaru
  • Kasat Narkoba Polres Kukar Terseret Kasus Narkoba, Bareskrim Turun Tangan Pantau Penyelidikan
  • Prabowo Sebut Masyarakat Desa Tak Terdampak Pelemahan Rupiah, Ekonom: Kalau Harga Naik, Mereka Juga Terdampak
  • Danrem 173/PVB Dorong Penyerapan Beras Lokal Nabire untuk Program MBG
  • Xabi Alonso Dikabarkan Sepakat Jadi Pelatih Baru Chelsea, Tantangan Besar Menanti
  • Polda Banten Panen Jagung 29,5 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
  • berita paham
  • naiscw
  • sritex
  • sritex bangkrut
  • sritex tutup
Artikel ini ditulis oleh
Editor Heri Winarno
H
Reporter Heri Winarno
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.