Sri Mulyani Ungkap Keuntungan Skema Pembiayaan Infrastruktur SBSN
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut seluruh Kementerian atau Lembaga (K/L) bisa mengubah struktur pembiayaan proyek dengan menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Artinya, jika ada kementerian yang belum menggunakan instrumen SBSN, di tengah jalan pun bisa melakukan perubahan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut seluruh Kementerian atau Lembaga (K/L) bisa mengubah struktur pembiayaan proyek dengan menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Artinya, jika ada kementerian yang belum menggunakan instrumen SBSN, di tengah jalan pun bisa melakukan perubahan.
"Proyeknya awalnya tidak distruktur dengan SBSN, di tengah jalan ingin diubah jadi SBSN, itu bisa dilakukan," kata dia dalam acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur Melalui SBSN di Jakarta, Rabu (20/1).
Dia mencontohkan, seperti halnya di Kementerian Perhubungan. Proyek Kreta Api yang metode kerjanya dengan skema padat karya, menyerap banyak tenaga kerja diubah menjadi SBSN. Dengan SBSN juga memberikan manfaat yang besar.
"Jadi deskripsi proyek bisa diubah saat kita financing dengan SBSN. Kita ingin instrumen ini bisa bermanfaat maksimal," jelas dia.
Bendahara Negara menambahkan, dengan skema SBSN pihaknya juga memberikan fleksibilitas untuk proyek yang selesainya harusnya satu tahun, jadi multiple tahun dengan mekanisme luncuran yang dibuat.
"Kami buat makin sederhana sehingga dengan demikian, kita juga bisa berikan dukungan penuh untuk tantangan yang dihadapi proyek di lapangan," jelasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani: Kementerian Lembaga Ikut Skema SBSN Makin Banyak
Pengusaha Sebut Urus Izin Andalalin Kerap Jadi Momok Mengerikan
Urus Izin Andalalin Lebih Mudah dengan Si Andalan
Pembiayaan Infrastruktur SBSN 2021 Capai Rp27,57 T, Ini Rinciannya
Imbas Pandemi, Pembiayaan Proyek SBSN Menyusut Jadi Rp23,29 Triliun di 2020
Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas Akibat Proyek Terowongan Istiqlal-Katedral