LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani Sindir Masyarakat Masih Buang Sampah di Belakang Rumah

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin dengan kondisi sampah yang terjadi di Indonesia saat ini. Parahnya, laut Indonesia paling besar polusinya disebabkan dari sampah plastik.

2019-02-20 16:12:53
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin dengan kondisi sampah yang terjadi di Indonesia saat ini. Parahnya, laut Indonesia paling besar polusinya disebabkan dari sampah plastik.

"Untuk pengelolaan sampah, saya berkali kali mengatakan sampah. Ini karena Indonesia dengan jumlah penduduk 267 juta, jumlah populasi semakin besar tapi sampah itu dianggapnya hanya dibuang di belakang rumah saja. Sepertinya abis itu dia bisa pergi sendiri. Sampahnya gak kemana-mana dia ada di situ ada di sungai dan di laut," katanya saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Desa Tahun 2019, di Jakarta, Rabu (20/2).

Dengan kondisi tersebut, Menteri Sri Mulyani meminta agar pengelolaan sampah ini menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, diharapkan sampah-sampah yang tercemar baik di sungai hingga di laut dapat berkurang dan diatasi.

Advertisement

"Kita termasuk negara yang sekarang reputasi pengelolaan sampahnya harus diperbaiki. Kita tidak ingin anak-anak kita berhimpitan dengan sampah. Jadi kita harus mulai memikirkan pengelolaan sampah dan limbah itu secara serius dari sekarang," sebutnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Heru Pambudi, berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dapat menyetujui aturan pengenaan cukai plastik secepatnya. Hal ini disebabkan sudah semakin parahnya limbah plastik yang beredar dan mengotori lingkungan.

"Cukai plastik kita terus realisasikan ya, kita lihat lingkungan semakin hari semakin mengkhawatirkan. Terakhir kita lihat paus sekian kilogram di Wakatobi di dalamnya itu semua makan plastik," tuturnya.

Advertisement

Pengenaan cukai plastik, menurut Heri, penting untuk segera diimplementasikan guna membatasi peredaran plastik yang kian masif. Dia memaparkan, tidak hanya laut saja yang terpapar limbah plastik, begitupun sungai yang saat ini kondisinya memprihatinkan akibat plastik yang tidak ramah lingkungan.

"Dengan menerapkan cukai kita harapkan konsumsinya bisa ditekan. Pemerintah juga akan mendorong masyarakat agar sadar tidak sering menggunakan kantong plastik atau memanfaatkan kantong yang ramah lingkungan yakni yang bisa dipakai berulang-ulang," ujarnya.

Baca juga:
Di Hadapan Ribuan Aparatur Desa, Sri Mulyani Beberkan Tantangan Perekonomian RI
Sri Mulyani: Dana Desa Digunakan Baik, Kelas Menengah RI Akan Capai 80 Persen
Penjelasan Sri Mulyani Kenapa Penyetaraan Gaji Perangkat Desa Baru Bisa di 2020
Menteri Sri Mulyani Senang Penyusunan Anggaran Program Kementerian Lembaga Membaik
Dorong Wisman Belanja, Aturan Pengembalian Pajak Turis Asing Direvisi
Percepat Koreksi Data, Dirjen Bea Cukai Bakal Luncurkan Audit Elektronik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.