Sri Mulyani: Rencana kenaikan subsidi solar sedang dikalkulasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan kalkulasi terkait rencana kenaikan subsidi sebesar Rp 500 per liter. Nantinya pemerintah akan melaporkan rencana kenaikan ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Saat ini subsidi solar ditetapkan sebesar Rp 500 per liter, nantinya dikaji naik ke Rp 1.000 per liter.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah saat ini sedang melakukan kalkulasi terkait rencana kenaikan subsidi tersebut. Nantinya pemerintah akan melaporkan rencana kenaikan ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Saya sudah sampaikan, mekanisme pemerintah adalah melakukan kalkulasi ini. Dan nanti akan kita sampaikan pada dewan pada laporan semester pertama," ujar Sri Mulyani di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (15/5).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA) seperti dari minyak dan gas cukup meningkat. Sehingga, rencana kenaikan subsidi dapat ditanggung dari pendapatan tersebut.
"Tapi yang seperti saya katakan, penerimaan negara yang berasal dari SDA terutama oil dan gas karena harganya lebih tinggi maka kita memiliki space fiskal untuk bisa digunakan," jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Di mana saat ini subsidi solar ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yakni Rp 500 per liter.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan rencana penambahan subsidi jenis Solar masih dalam kajian oleh pihaknya. Untuk besarannya sendiri dikatakan masih pada kisaran Rp 1.000 per liter.
"Perkiraannya sekitar Rp 1.000 ya per liter. Sekarang kan Rp 500 per liter. Nanti usulannya ditambah Rp 1.000 per liter jadi Rp 1.500 per liter," ungkap Joko di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (14/5).
Lebih lanjut dia mengatakan, usulan penambahan subsidi Solar sebesar Rp 1.000 per liter masih belum diputuskan. Mengingat pembahasan resmi tersebut nantinya akan dikaji oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).
Baca juga:
Pemerintah berencana naikkan subsidi Solar menjadi Rp 1.500 per liter
Kemenkeu masih hitung tambahan subsidi untuk Solar
Pemerintah berencana tambah subsidi solar
Pemerintah pastikan tambah subsidi solar Rp 10 triliun di APBN-P 2018
Jelang Idul Fitri, Bamsoet minta pemerintah jaga stok pangan & BBM
Masih dihitung, tambahan subsidi Solar bisa sampai Rp 7 triliun