Sri Mulyani: Pencairan Dana Bansos Januari 2019 Naik Tiga Kali Lipat Jadi Rp 15,1 T
"Bansos mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu realisasi bulan Januari adalah mencapai Rp 15 triliun ini hampir tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang Rp 5,3 triliun," kata Sri Mulyani.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa realisasi belanja pemerintah pusat untuk bantuan sosial (bansos) sampai akhir Januari mencapai Rp 15,1 triliun. Angka ini melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mencapai Rp 5,3 triliun.
"Bansos mengalami kenaikan yang cukup tinggi, yaitu realisasi bulan Januari adalah mencapai Rp 15 triliun ini hampir tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun lalu yang Rp 5,3 triliun," kata Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Rabu (20/2).
Sri Mulyani menyebut, peningkatan bantuan sosial di awal tahun tersebut disebabkan karena adanya percepatan pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I. Di samping itu kenaikan indeks bantuan pada komponen kesehatan dan pendidikan sebesar juga mengalami peningkatan hingga 100 persen atau dua kali lebih besar di banding 2018.
"Itu karena PKH mengalami kenaikan dua kali lipat sehingga realisasinya juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Juga untuk program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) atau rastra (Beras Sejahtera) yang juga mengalami kenaikan," ungkapnya
Seperti diketahui, Pemerintah Jokowi-JK menaikkan dana bantuan sosial terutama anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi Rp 34,4 triliun di 2019 dari sebelumnya Rp 17 triliun di 2018.
Baca juga:
PDIP Protes, Anies Tegaskan Aturan Dana Pembangunan oleh Masyarakat Dibuat Jokowi
Presiden Jokowi Salurkan Bantuan Sosial di Depok
Menko Puan: Bansos Untuk Turunkan Beban Rakyat Berpendapatan Rendah
Bappenas Ungkap Alasan Kepemilikan Rekening Bank Masyarakat Daerah Rendah
Soal Pemberian Hibah dan Bansos, Apkasi Dukung Penuh Permendagri No 13 Tahun 2018
Ketum PPP Usul Jokowi Naikkan PKH Dua Kali Lipat