Sri Mulyani mulai teliti hasil audit BPJS Kesehatan
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengaku telah menerima hasil audit BPJS Kesehatan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit tersebut tengah dikaji di kementerian.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengaku telah menerima hasil audit BPJS Kesehatan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hasil audit tersebut tengah dikaji di kementerian.
"Kita sudah mendapatkan dari BPKP dan kita masih akan teliti lagi," kata Menkeu Sri Mulyani di kantornya, Senin (27/8).
Dia menjelaskan, hasil audit tersebut sangat terperinci dan menyeluruh meski dilakukan secara cepat.
Adapun hal-hal yang diaudit tersebut di antaranya adalah tagihan yang dilakukan dan pembayaran yang dilakukan BPJS kesehatan selama 7 bulan terakhir sampai Juni 2018 serta potensi arus tagihan dari mulai Agustus hingga Desember tahun ini.
"Ada beberapa pos yang ternyata mengalami penurunan terutama tagihan dari berbagai pusat kesehatan. Nanti kita lihat. Tapi cukup signifikan," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah menyerahkan hasil audit BPJS Kesehatan kepada pemerintah.
Kepala BPKP, Ardan Adiperdana mengungkapkan hasil audit tersebut sudah diterima oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Sudah di sana, di Menteri Keuangan," kata Ardan saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8).
Kendati demikian Ardan enggan membeberkan hasil audit tersebut. Dia menegaskan, hasil audit tersebut masih akan dibahas pada minggu depan. "Iya, Menteri Keuangan. Itu kan di Menteri Keuangan. Nanti mau dibahas minggu depan," ujarnya.
Selain itu, Ardan juga enggan membocorkan besaran defisit yang diderita oleh BPJS Kesehatan. "Iya dibahas nanti, minggu depan."
Baca juga:
Kondisi keuangan negara kini bisa dipantau dari aplikasi ponsel
Pemerintah kaji kenaikan pajak 900 komoditas impor
Per 23 Agustus, pemerintah telah salurkan Rp 985,8 M untuk penanganan gempa Lombok
Zulkifli Hasan jawab Sri Mulyani soal utang: Siapa yang sebenarnya menyesatkan?
Ini strategi Kemenkeu capai target penerimaan pajak di 2019
Per 31 Juli, penerimaan bea cukai capai Rp 92,88 triliun