LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani khawatir deflasi pangan memperbesar kesenjangan ekonomi

"Jadi kalau ada deflasi yang berasal dari bahan makanan pangan terutama itu, di satu sisi baik untuk masyarakat perkotaan, berarti harga stabil. Tapi mungkin kita juga harus waspada kalau dari sisi kesenjangan karena masyarakat petani, terutama petani petani yang mendapatkan harganya menjadi sangat rendah."

2017-05-02 20:51:12
Inflasi
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut, inflasi April sebesar 0,09 persen masih tergolong baik. Pemerintah menurutnya akan terus menjaga angka tersebut tidak terlalu jauh dari target yang telah ditetapkan sejak tahun 2016 silam.

"Ya saya rasa bagus, apa yang dihasilkan. Kita tetap menjaga inflasi sesuai dengan keinginan untuk tidak terlalu jauh dari tahun 2016 yang lalu," ujar Menkeu Sri di Gedung Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/5).

Mantan Direktur pelaksana Bank Dunia (World Bank) tersebut mengakui menjaga inflasi menjadi tantangan bagi pemerintah. Ini diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Advertisement

Di lain hal, Ani, sapaan akrab Sri Mulyani juga mewaspadai deflasi yang berasal dari bahan pangan, terutama pada masyarakat perkotaan. Ini bisa saja memperlebar kesenjangan ekonomi di Indonesia.

"Jadi kalau ada deflasi yang berasal dari bahan makanan pangan terutama itu, di satu sisi baik untuk masyarakat perkotaan, berarti harga stabil," ungkapnya.

"Tapi mungkin kita juga harus waspada kalau dari sisi kesenjangan karena masyarakat petani, terutama petani petani yang mendapatkan harganya menjadi sangat rendah juga perlu untuk dijaga daya belinya," tambahnya.

Advertisement

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2017 sebesar 0,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,33. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) tercatat sebesar 1,28 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 4,17 persen.

Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto mengatakan, dari 82 kota IHK, 53 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkalpinang sebesar 1,02 persen dengan IHK sebesar 136,08 dan terendah terjadi di Cilacap sebesar 0,01 persen dengan IHK 130,60.

"Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Singaraja sebesar 1,08 persen dengan lHK sebesar 136,83 dan terendah terjadi di Jakarta dan Manado masing-masing sebesar 0,02 persen dengan lHK masing-masing sebesar 127,97 dan 128,77," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (2/5).

Inflasi April terjadi karena adanya kenaikan yang ditunjukkan oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Sedangkan, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,13 persen.

"Kenaikan harga yang terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,12 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,93 persen. Kelompok sandang sebesar 0,49 persen," kata Suhariyanto.

Selain beberapa komponen tersebut, inflasi juga didukung oleh kenaikan kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen. Kemudian kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen. Lalu disusul oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen.

Baca juga:
Jokowi: Sulsel jadi lokomotif penggerak ekonomi Indonesia Timur
BPS: Produksi industri manufaktur besar-sedang naik 4,33 persen
Jumlah turis berkunjung ke RI tembus satu juta di Maret 2017
Menko Darmin akui masih ada aturan menteri yang hambat deregulasi
Jumlah pengangguran Jabar bertambah, Aher disentil Jokowi

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.