Sri Mulyani kaji penambahan tunjangan untuk Babinsa
"Peranan Babinsa selama ini yang sering membantu peranan dari lembaga lain dalam menjalankan program program. Dan apakah struktur dari insentif yang diberikan itu dianggap mencerminkan tugas yang mereka harus lakukan."
Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana melakukan evaluasi besaran tunjangan (insentif) yang diterima oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa). Hal tersebut seiring dengan semakin banyaknya tanggung jawab yang dilakukan oleh anggota Babinsa, termasuk membantu tugas lembaga lain.
"Peranan Babinsa selama ini yang sering membantu peranan dari lembaga lain dalam menjalankan program program. Dan apakah struktur dari insentif yang diberikan itu dianggap mencerminkan tugas yang mereka harus lakukan," ujarnya di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (6/2).
"Jadi pada prinsipnya untuk tunjangan yang harus terima oleh Babinsa mungkin akan dibuat suatu harmonisasi, sama seperti mereka yang melakukan tugas tugas di lapangan," tambahnya.
Sri Mulyani mengatakan, sejauh ini belum ada ketentuan besaran tunjungan yang akan diberikan nantinya. Namun demikian, besaran tunjangan tersebut akan mencerminkan tugas yang diembannya serta disesuaikan berdasarkan pada lokasi dan kondisi tempatnya bertugas.
"Kalau seandainya ada Kementerian Lembaga yang memang meminta bantuan mereka melakukan, maka hitung hitungan tentang beban itu harus tercermin. Dan kemudian juga terlihat dari kebutuhan biaya operasional terutama untuk mereka yang berada di perbatasan," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani beberkan alasan pertumbuhan ekonomi RI tak capai target
Sri Mulyani: Kalau ada oknum sebut kita krisis utang, itu pasti ada motif politik
Sri Mulyani: Anggaran 2018 jangan hanya sekadar terserap, tapi capai target
Sri Mulyani: Penyerahan data transaksi kartu kredit ke DJP dilakukan bertahap
Beri kuliah di UI, Sri Mulyani sindir soal kartu kuning ke presiden