LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani: Data Jadi Tambang Baru di Era Industri 4.0

"Data jadi sangat penting, kalau ingin tahu siapa yang kita layani, feedback pakai survei. Sekarang mereka tak perlu isi kuisioner, di internet semuanya tercapture. Transaksi semua lewat digital," kata Sri Mulyani,

2019-02-25 13:28:56
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui bahwa teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat saat ini. Bahkan, teknologi dapat mengubah perilaku masyarakat itu sendiri.

"Kita semuanya memahami bahwa teknologi sekarang memiliki peranan yang sangat penting dan tidak hanya hadir sebagai suatu yang asing, tapi dia bahkan hadir mengubah kehidupan masyarakat, kehidupan kita semua," kata Menkeu Sri Mulyani di Gedung BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (25/2).

Saat ini, hampir semua aspek di dalam kehidupan masyarakat sudah terjamah oleh teknologi. Bahkan ada yang sampai ketergantungan oleh kehadiran teknologi tersebut. "Semakin advance, semakin efisien yang tadinya kita bayangkan tidak bisa terjadi menjadi terjadi," ujarnya.

Advertisement

Dalam era revolusi industri 4.0 saat ini, muncul fenomena bisnis model baru yang berbasis customer centric. "Data jadi sangat penting, kalau ingin tahu siapa yang kita layani, feedback pakai survei. Sekarang mereka tak perlu isi kuisioner, di internet semuanya tercapture. Transaksi semua lewat digital," ujarnya.

Untuk memperoleh data menjadi lebih gampang. Tidak perlu lagi melakukan survei manual. Melainkan meminta data. Misal untuk mendapat data konsumsi bisa meminta kepada e-commerce.

"You dont have to survey, kita bisa buka data dari Bukalapak, Tokopedia, Shopee. Ini kenapa data is a new mining, jadi tambang baru. Kalau dulu tambang mas timah, batubara, berlian, sekarang siapa manusia terkaya semuanya has nothing to do with resources tapi something to do with data and techno," ujarnya.

Advertisement

Akan tetapi, dia menegaskan data pun harus diolah dengan benar. Sama seperti tambang yang juga perlu pengolahan agar dapat digunakan sebagai sumber energi.

"Tambang ada dalam bumi, ada. Tapi tidak akan ada kalau tidak dieksplor, data sama. Kita bisa punya data no one menganalisa, menggunakannya jadi tidak termanfaatkan. Kemampuan negara atau institusi bisa olah data adalah nilai tambah baru. Understanding how people behave, make choices," ujarnya.

Namun Sri Mulyani menegaskan kehadiran teknologi terutama di era revolusi industri 4.0 tidak luput dari risiko atau dampak negatif. Salah satunya adalah munculnya kejahatan dunia maya atau cyber crime.

"Ada downsidenya, kejahatan cyber, hacking dan kejahatan kriminal lainnya," tutupnya.

Baca juga:
Hadapi Industri 4.0, Kemenperin Ajak Perguruan Tinggi Lebih Aktif Lakukan Riset
Menteri Airlangga Ungkap Keuntungan Revolusi Industri 4.0
Menteri Airlangga Jelaskan Asal Usul Industri 4.0 di Hadapan Ratusan Mahasiswa UGM
Bicara Soal Industri 4.0 di UGM, Menteri Airlangga Membuka Dengan Cerita Nostalgia
Memasuki Era 4.0, Said Aqil Minta Generasi Muda NU Tak Ketinggalan
Apa Itu Industri 4.0, Palapa Ring, B20 yang Kerap Disebutkan di Debat Kedua Capres?

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.