Sri Mulyani beberkan kunci mengembangkan kementerian, termasuk efisiensi anggaran
Selain pengelolaan anggaran, hal penting yang harus diperhatikan oleh tiap institusi adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Diharapkan, semua kementerian dan lembaga menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada semua anggotanya untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani membeberkan beberapa hal yang harus diperhatikan setiap institusi agar dapat berkembang menjadi lebih baik. Salah satunya adalah efisiensi anggara. Dengan efisiensi, maka kinerja kementerian atau lembaga dapat diukur kualitasnya.
"Dalam institusi apapun budget itu penting. Dalam satu kesempatan Presiden mengatakan Anda semua memiliki cara pandang mengelola budget yang efisien atau tidak. Ini penting," ungkapnya di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Senin (22/1).
Selain pengelolaan anggaran, hal penting yang harus diperhatikan oleh tiap institusi adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Diharapkan, semua kementerian dan lembaga menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada semua anggotanya untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
"Kemarin CPNS dari 2 juta pelamar yang diterima hanya 33 ribu, itu asumsinya kita sudah dapat top of the top. Jangan sampai sudah masuk 6 bulan jadi bodoh. Tugas kita bagaimana yang sudah kita dapat makin baik, dia berkembang di organisasinya," tegas Ani.
Mantan Direktur Bank Dunia ini pun meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk tak segan-segan melakukan restrukturisasi jumlah karyawan di kementerian/lembaga sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.
"Kalau hanya butuh 4 eselon 1 ya 4 saja enggak perlu 9 orang. Kalau eselon 1 butuh 15 orang ya harus 15 orang, Menurut kami struktur pemerintahan harus fleksibel berdasarkan kebutuhan," ujar dia.
Selanjutnya adalah proses bisnis. Hal ini penting agar kementerian dan lembaga dapat maju dan berkembang. Jangan sampai meskipun sudah berjalan lama namun bisnis proses dari lembaga tersebut tidak maju sedikit pun.
"Yang terakhir adalah bisnis proses. Di kita itu kalau ada masalah tidak kita selesaikan tetapi sudah mengikuti aturan. Saya pernah jadi menteri sepuluh tahun yang lalu nota dinasnya itu sama seperti sekarang," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani dan Darmin masih bungkam soal dampak penutupan pemerintahan AS
Cegah penyelundupan narkoba, Menkeu janji perketat barang masuk di pelabuhan
Menkeu sebut setiap tahun kasus narkoba meningkat, RI sudah jadi market
Bea Cukai dan BNN gagalkan penyelundupan 40 kg sabu dari Malaysia
Sri Mulyani: Penggunaan narkoba gerus daya beli masyarakat