LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sri Mulyani Akui Penyerapan Anggaran PEN Masih Rendah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah didesain menjadi fleksibel untuk menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama pandemi belum berakhir.

2021-08-31 14:21:29
Pemulihan Ekonomi Nasional
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah didesain menjadi fleksibel untuk menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi selama pandemi belum berakhir.

Hingga Agustus 2021, Pemerintah telah beberapa kali melakukan refocusing anggaran dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 pada Juni-Juli lalu. Anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) pun telah meningkat menjadi Rp 744,7 triliun dari yang dianggarkan tahun lalu sekitar Rp 400 triliun.

"Total dana PEN meningkat menjadi Rp 744,7 triliun dari sebelumnya hanya dianggarkan Rp 400 triliun," kata Sri Mulyani dalam Kongres ISEI XXI dan Seminar Nasional 2021, Jakarta, Selasa (31/8).

Advertisement

Namun, harus diakui dalam realisasi penggunaan dana PEN tidak seagresif pemerintah melakukan penambahan anggaran. Tercermin dari realisasi dana PEN baru mencapai 43 persen atau Rp 326 triliun dari anggaran Rp 744,7 triliun.

"Jumlah PEN ini Rp 744,7 triliun dan realisasinya baru 43 persen atau RP 326 triliun," kata dia.

Seperti yang dialami pada sektor kesehatan. Sektor ini mengalami perubahan anggaran menjadi Rp 214 triliun. Tetapi sampai Agustus 2021, realisasi belanja di sektor ini baru mencapai Rp 35,9 triliun.

Advertisement

"Anggaran kesehatan mendapatkan tambahan menjadi Rp 214 triliun, walaupun realisasinya di bulan Agustus baru Rp 35,9 triliun," ungkapnya.

Meski begitu, Sri Mulyani menegaskan saat ini sudah banyak belanja negara untuk sektor kesehatan yang sudah pasti. Hanya tinggal menunggu waktu untuk dilakukan belanja. "Tapi banyak belanja yang sudah pasti, hanya dari sisi servernya saja yang belum siap, seperti insentif tenaga kesehatan dan pelaksanaan 3T," kata dia.

Baca juga:
Bos OJK Beberkan Kebijakan Pemerintah Bertahan di Tengah Pandemi
Sri Mulyani Sebut Ekonomi Sejumlah Negara Mulai Membaik di 2021
3 Transformasi yang Dilakukan Pemerintah Saat Pandemi
Ekonomi Hijau Hingga Digitalisasi Jadi Elemen Penting Peradaban Baru Covid-19
Jokowi: Sinyal Pemulihan Ekonomi Global Sudah Sangat Terasa
Menko Airlangga Sebut Realisasi Anggaran PEN Capai Rp340,83 Triliun

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.