Soal dampak konflik Israel-Palestina ke ekonomi RI, ini pandangan Menko Darmin
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal tersebut menyebabkan Israel dan Palestina semakin memanas. Pemerintah mengaku belum bisa menghitung dampak dari polemik tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, termasuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal tersebut menyebabkan Israel dan Palestina semakin memanas.
Menanggapi hal itu Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan pemerintah belum bisa menghitung dampak dari polemik tersebut terhadap perekonomian di Indonesia.
"Itu belum bisa dihitung," kata Menko Darmin di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (11/12).
Menurutnya, pengakuan ibu kota Israel masih berproses. Sebab, sejumlah negara dunia mendesak agar AS membatalkan kebijakannya tersebut.
"Masih berjalan prosesnya," tuturnya.
Untuk diketahui, perubahan drastis dalam kebijakan Yerusalem di Washington ini telah memicu demonstrasi di wilayah Palestina dan seluruh dunia.
Baca juga:
Aksi silat para jawara Betawi warnai demo di Kedubes AS
Massa di Ciputat boikot & lempari McDonald's dengan telur busuk
Tentara Israel hancurkan terowongan Hamas di Jalur Gaza
Protes Trump, mahasiswa demo Konjen AS di Medan
Demo protes Donald Trump di dekat Konjen AS, mahasiswa dan polisi saling dorong
Gereja Afrika Selatan gelar doa bersama untuk Palestina
Pandangan bos Kadin soal dampak konflik Israel-Palestina dan potensi krisis 2018