Demo protes Donald Trump di dekat Konjen AS, mahasiswa dan polisi saling dorong
Merdeka.com - Sikap dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, terus mendapat kecaman dari masyarakat Indonesia. Kali ini dari kalangan mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Aksi yang dilakukan sekitar 20 mahasiswa di dekat kantor Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya Jalan Raya Citra Raya Niaga, Kecamatan Lakarsantri berlangsung ricuh. Sebabnya, mereka berusaha untuk menerobos masuk menuju kantor Konjen AS.
Namun, terus dihadang aparat kepolisian yang melakukan penjagaan sejak pagi. Sehingga, massa aksi dari kalangan mahasiswa itu terus mendapat perlawanan dari aparat kepolisian. Bentrokan pun tak terelakan, mereka saling dorong. Aparat kepolisian mendorong mahasiswa, supaya tidak mendekati kantor Konjen AS.
Tapi, mahasiswa terus melakukan perlawanan, sehingga terjadi kericuhan. Karena, tidak diperbolehkan untuk masuk, mendekat kantor Konjen AS, massa aksi dari kalangan mahasiswa itupun melakukan bakar ban di dekat lokasi. Tapi, dianggap mengganggu, aparat kepolisian terpaksa memadamkannya dengan alat pemadam kebakaran.
Hayik, salah satu koordinator aksi dari PMII, apa yang dilakukannya itu sebagai bentuk kekesalan dari mahasiswa, karena tidak diperkenankan untuk bertemu perwakilan dari Konjen AS untuk bertemu, bernegosiasi dengan mahasiswa.
"Kami meminta Konjen AS di Surabaya supaya meninggalkan dari Bumi Pertiwi Pahlawan, tanah Surabaya. Akan memboikot produk amerika yang ada di Indonesia," teriak Hayik, dalam orasinya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya