Smartcard minimalisir kecurangan dalam penyaluran gaji pensiunan
PT Taspen (persero) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) telah meluncurkan program Digitalisasi Pelayanan Pembayaran Pensiun. Kerja sama ini bermanfaat untuk mengurangi terjadinya salah bayar dalam penyaluran gaji pensiunan (fraud).
PT Taspen (persero) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma) telah meluncurkan program Digitalisasi Pelayanan Pembayaran Pensiun.
Direktur Utama Taspen Iqbal Latanro mengatakan kerja sama ini bermanfaat untuk mengurangi terjadinya salah bayar dalam penyaluran gaji pensiunan (fraud). Seperti penerima pensiun yang sudah meninggal namun surat kuasa tetap dipakai, tidak tepat orang, tidak tepat bayar, juga penerima pensiun janda atau duda yang menikah lagi.
"Ini bentuk pertanggungjawaban kepada pemerintah dalam mengelola Dana Pensiun Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga meminimalisir terjadinya fraud," ungkapnya di Bogor, Jumat (19/1).
Selain itu Smartcard ini dapat memangkas administrasi. Setelah didata, penerima tidak perlu lagi secara terus-menerus melaporkan diri seperti yang dilakukan selama ini.
"Penerima pensiun tidak perlu datang terus lapor diri ke Taspen atau ke mitra, karena datanya tetap tercatat," sambungnya.
Smartcard juga akan membantu mengurangi beban kerja para petugas yang menyalurkan gaji pensiun. "Semua persoalan itu, akan tertangani dengan baik dengan smartcard," tandasnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat 2,5 juta pensiunan dengan total gaji yang disalurkan sebesar hampir Rp 7 triliun.
Baca juga:
PT Taspen luncurkan aplikasi permudah pembayaran pensiun
Saham istimewa di anak usaha holding perlu ditelusuri, ini alasannya
2018, Antam targetkan penjualan emas meningkat dua kali lipat
BNI cetak rekor kepemilikan aset di 2017, tembus Rp 700 triliun
Rasio kredit bermasalah BNI di 2017 turun menjadi 2,3 persen