Slogan Sinergi BUMN Dinilai Kurang Tepat, Ini Alasannya
Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggariwa menilai, sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dicetus di era kepimimpinan Rini Soemarno kurang tepat. Sebab sebagai lokomotif, BUMN harusnya bisa bersinergi dengan para pengusaha yang ada di Tanah Air bukan hanya dengan BUMN.
Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira menilai, sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dicetus di era kepimimpinan Rini Soemarno kurang tepat. Sebab sebagai lokomotif, BUMN harusnya bisa bersinergi dengan para pengusaha yang ada di Tanah Air bukan hanya dengan BUMN.
"Di era menteri BUMN sebeluknya kita lihat ada program sinergi BUMN menurut kami itu sebenernya menjadi kurang pas. Apa yang mau disinergikan kepada BUMN? Harusnya sinergi itu dengan pengusaha lokal, pengusaha nasional, pengusaha daerah itu yang harus disinergikan bukan sinergi dilakukan BUMN," katanya dalam diskusi bertajuk 'BUMN Terlalu Perkasa?', Sabtu (27/3).
Anggawira mengatakan, tagline sinergi BUMN tersebut justru salah kaprah. Akibatnya, di era kempemimpinan Erick Thohir saat ini, slogan itu masih diangkat kepermukaan di dalam berbagai kesempatan.
"Dan mungkin hal-hal seperti itu walaupun sekarang Bang Erick itu masih menjadi salah satu faktor yang diangkat juga dalam berbagai hal gitu," jelas dia.
Dia memandang, sinergi BUMN tersebut artinya adalah competitiveness. BUMN itu menjadi sangat rendah ketika harus bersinergi dengan BUMN lainnya. Begitupun dengan pengusaha, merasa kesulitan ketika harus berkompetisi.
"Padahal sejatinya kan BUMN dibentuk sebagai lokomotif untuk menumbuhkan para pengusaha baru pengusaha muda gitu," jelas Anggawira.
Baca juga:
Ambisi Erick Thohir Jadikan Indonesia Pemain Utama Baterai Kendaraan Listrik Dunia
Dirikan IBC, Erick Thohir Target Baterai Motor Listrik RI Jadi Nomor Satu Dunia
Sah, Erick Thohir Bentuk Holding Indonesia Battery Corporation
Vaksinasi Covid-19 dan Hadirnya LPI Jadi Penunjang Kinerja BUMN Konstruksi di 2021
Erick Thohir Ancam Pecat Bos BUMN Tak Jalankan Aturan TKDN
TKDN jadi Indikator Penilaian Komisaris dan Direksi BUMN
Waskita Karya Catat Kontrak Baru Rp27 Triliun Sepanjang 2020