Skenario Pemerintah Sebelum Lakukan Vaksinasi Covid-19 di 2021
Dia menyebut berdasarkan persatuan ahli-ahli di bidang pandemi, sekitar 70 persen harus dilakukan vaksinasi. Atau dalam hal ini ada sekitar 183 juta penduduk menjadi target pemerintah untuk disuntikkan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan ada beberapa langkah yang dilakukan pemerintah sebelum melakukan vaksinasi di 2021. Pada tahap pertama, pemerintah lebih dulu menetapkan berapa banyak target yang akan disuntikkan vaksin tersebut.
"Soal vaksin, langkah pertama yang dilakukan pertama Kementerian Kesehatan menetapkan berapa target vaksinasinya. Jadi ini akan mengikuti apa yang direkomendasikan oleh WHO," kata dia dalam APBN Kita di Jakarta, Senin (21/12).
Dia menyebut berdasarkan persatuan ahli-ahli di bidang pandemi, sekitar 70 persen harus dilakukan vaksinasi. Atau dalam hal ini ada sekitar 183 juta penduduk menjadi target pemerintah untuk disuntikkan.
Setelah target penerima vaksin ditetapkan, maka langkah selanjutnya pemerintah akan menghitung berapa jumlah dosis yang dibutuhkan. Setidaknya, kata dia, rata-rata orang akan mendapatkan dua kali suntik, sehingga harus tersedia 182 dikali 2 dosis.
"Kemudian ketiga yang harus hitung bersama Kemenkes dan BUMN terutama Bio Farma tentang efektivitas dari vaksin. Kalau efektivitas 90 persen maka yang disediakan vaksin harus lebih dari 100 persen tadi 182 plus 10 persen di atasnya tergantung jenis vaksin karena sekarang lagi inventarisasi," kata dia.
Baca juga:
Pembelaan Pemerintah soal Tuduhan Respons Imun Vaksin Sinovac Rendah
CEK FAKTA: Hoaks Penerima Vaksin Gratis Covid-19 Harus Peserta BPJS Aktif
CEK FAKTA: Tidak Benar Presiden Jokowi Menolak Disuntik Vaksin Covid-19
Viral Video Perawat di AS Pingsan Pasca Vaksinasi, Begini Fakta Sebenarnya
Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Bisa Digunakan di Brasil Mulai Pertengahan Februari
PM Benjamin Netanyahu Jadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Israel