LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Skema FLNG di Blok Masela diklaim berikan manfaat ekonomi lebih baik

"Pengembangan dengan sistem FLNG akan berdampak positif bagi pengembangan industri maritim."

2016-01-06 16:05:34
Blok Masela
Advertisement

Pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini belum memutuskan teknologi pengembangan Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku. Pemerintah masih menimbang skema teknologi antara Onshore LNG (ONLG) dan Floating LNG (FLNG) atau kapal terapung.

Pengamat energi, Fabby Tumiwa mengatakan, INPEX selaku operator Blok Masela telah melakukan kajian terhadap opsi terbaik pengembangan Lapangan Gas Abadi sejak 2010. Bahkan, INPEX telah melibatkan para konsultan berkelas internasional, juga melibatkan akademisi dalam negeri seperti dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Surabaya (ITS).

Beberapa hasil kajian menurut Fabby menunjukkan bahwa opsi FLNG akan memberikan manfaat ekonomi lebih baik bagi Indonesia. Terhadap PDB, mekanisme FLNG memberi masukan USD 126,3 miliar dibanding USD 122 miliar dengan onshore.

Advertisement

Sementara penerimaan negara yang lebih besar yaitu USD 51,8 miliar dengan skema FLNG dibanding USD 42,3 miliar dengan onshore.

"Penerimaan negara yang lebih besar melalui skema FLNG tentunya akan memberikan penerimaan daerah yang lebih besar pula," terang Fabby di Jakarta, Rabu (6/1).

Fabby juga mengklaim, pengembangan dengan sistem FLNG akan berdampak positif bagi pengembangan industri maritim Indonesia dan industri pendukungnya. Alokasi gas DMO juga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri, bahkan seluruh produksi gas dari Blok Masela bisa saja dijual di dalam negeri sepanjang harganya sesuai dengan harga pasar.

Advertisement

Pendapat Fabby berbeda dengan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Rizal ngotot pengembangan Blok Masela, Maluku harus menggunakan pipa gas bukan kapal gas alam cair terapung (Floating LNG). Menurut dia, pembangunan pipa gas akan memajukan wilayah di sekitar blok tersebut.

"Kami ingin dibangun onshore tidak offshore seperti idenya Kementerian ESDM dan SKK Migas, karena kalau onshore kita bisa bentuk kota baru, Indonesia timur akan hidup, sehingga cita-cita Pak Jokowi poros maritim akan jalan," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (7/10).

Rizal mengaku pengembangan blok dengan cadangan terbesar ini menggunakan kapal gas alam cair terapung (Floating LNG) juga ditolak masyarakat Maluku. Mereka mengeluhkan kekayaan alamnya malah diambil asing.

"Sepertiga ikan di Indonesia dari Maluku, diekspor ke seluruh dunia tapi rakyat nyaris tidak dapat apa-apa, Tuhan maha pengasih penyayang, yaitu gas alam, ternyata bahwa ladang yang di Masela disebut sebagai ladang abadi, potensinya tidak akan habis 70 tahun," kata dia.

Baca juga:
Konsep Rizal Ramli soal Blok Masela disebut bukan hasil kajian
Rencana pengembangan Blok Masela sudah ada sejak 2008
Pengembangan Blok Masela tak berikan keuntungan untuk masyarakat
Kilang terapung LNG Masela dinilai terlalu beresiko
Kembangkan daerah, Blok Masela lebih cocok pakai kilang di darat

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.