Situasi Politik Afghanistan Tak Pengaruhi Ekspor Indonesia, Ini Buktinya
"Hal ini terbukti permintaan komoditi unggulan dari negara-negara sekitar Afganistan cukup tinggi.'
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulawesi Utara (Sulut), Edwin Kindangen menyebut bahwa situasi politik di Afghanistan tidak pengaruhi kinerja ekspor Sulut.
"Hal ini terbukti permintaan komoditi unggulan dari negara-negara sekitar Afganistan cukup tinggi," kata Edwin, dikutip dari Antara Manado, Selasa (24/8).
Edwin mengatakan, misalnya ke China telah diekspor semen, tepung kelapa, biji pala, arang tempurung, santan beku dan air kelapa dengan volume cukup besar. Juga ke Irak, katanya, telah diekspor tepung kelapa dengan ratusan ton.
Dia menjelaskan selama periode Januari hingga Juni 2021, Sulut telah mengekspor komoditas unggulan ke-40 negara. Ke 40 negara tersebut yakni Amerika Serikat, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Belgia, China, Denmark, Ekuador, Estonia, Filipina, Georgia, Hongkong, India, Inggris, Irak, Israel, Italia, Jepang, Jerman, Korsel.
Selanjutnya, Kostarika, Lutvia, Lithuania, Malaysia, Mesir, Norwegia, Prancis, Polandia, Portugal, Rusia, Selandia Baru, Slovenia, Spanyol, Taiwan, Thailand, Turki, Ukraina, Vietnam dan Yordania," kata Edwin.
Dia mengatakan pada semester pertama tahun 2021, ada sebanyak 498,15 juta ton volume ekspor dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebanyak 148,22 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Komoditas yang diekspor di antaranya hasil pertanian, perkebunan, perikanan, bahan bangunan juga produk pangan siap saji.
Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut Darwin Muksin mengatakan komoditas ekspor yang paling banyak yakni tepung kelapa, crude coconut oil, biji pala, hasil perikanan.
"Kami bersyukur kinerja ekspor Sulut terus berjalan walaupun adanya pandemi Covid-19," katanya.
Baca juga:
Ekspor Produk Pertanian RI Tetap Tinggi di Masa Pandemi, Nilainya Tembus Rp7,29 T
Jika RUU Perdagangan Elektronik ASEAN Disahkan, UMKM RI Wajib Sudah Kualitas Ekspor
Fraksi NasDem: Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Konsumen dalam Perjanjian Dagang
Pengusaha Swasta Diminta Impor Vaksin Dorong Percepatan Vaksinasi Covid-19
Airlangga Soal Neraca Dagang Surplus: Ada Penguatan Fundamental Pemulihan Ekonomi