LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Sinergi Bank BUMN, pengadaan satu ATM bisa hemat Rp 75 juta

Pengadaan dan perawan mesin ATM milik Bank BUMN akan dikelola oleh perusahaan prinsipal buatan Telkom.

2016-09-09 13:46:56
BUMN
Advertisement

Himpunan Bank-Bank milik Negara (Himbara) sepakat akan mensinergikan sistem pembayaran untuk meningkatkan efisiensi transaksi perbankan dan kedaulatan sistem pembayaran di Tanah Air. Salah satunya adalah dengan penggunaan dan pengadaan mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) secara bersama melalui perusahaan prinsipal.

Perusahaan prinsipal ini akan dikomandoi oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Perusahaan inilah nantinya yang akan memfasilitasi proses switching transaksi antara bank-bank Himbara di ATM.

Direktur Bank BRI, Asmawi Syam mengatakan, sinergi mesin ATM bersama melalu perusahaan prinsipal akan menghemat dana operasional seperti biaya perawatan maupun pengadaan ATM.

Advertisement

"Selama ini kalau membeli sendiri harga ATM sekitar Rp 100 juta dan jika kita membelinya sekarang secara bersama itu menjadi Rp 25 juta masing masing, maka kita bisa menghemat dana mencapai Rp 75 juta pengadaan satu ATM." Kata Asmawi di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/9).

Secara keseluruhan, biaya penghematan yang didapat oleh bank pelat merah mencapai Rp 6,8 triliun.

Di lain hal, Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga mengatakan, perusahaan prinsipal itu sepenuhnya milik Telkom Indonesia dan kepemilikannya akan berubah setelah terbentuknya holding BUMN keuangan.

Advertisement

"Kemudian nanti setelah ada holding BUMN Keuangan di tahun 2017 dan Telkom menjadi minoritas. Jadi mengenai kepemilikan itu kewenangan Ibu BUMN (Rini Soemarno)," ujar Alex.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan, perusahaan prinsipal akan membuat biaya traksaksi ATM lebih murah. Sehingga akan meningkatkan efisiensi dengan sharing infrastruktur dengan sistem pembayaran.

"Perusahaan prinsipal diharapkan dapat meningkatkan kontrol atas transaksi dan mengurangi ketergantungan terhadap prinsipal asing," kata Maryono.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan sinergi bank Himbara akan menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dengan membentuk sebuah perusahaan prinsipal yang akan memfasilitasi proses switching transaksi antara bank-bank Himbara. Kerja sama ini akan menggabungkan 10.000 ATM milik perbankan BUMN.

"Bisnis plan akan bisa terbentuk akhir 2017 mendatang, untuk akhir 2016 membentuk uji coba perusahaan dan ada ATM yang digabungkan ada 10.000 ATM," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Jumat (9/9).

Baca juga:
3 Bank BUMN keroyokan beri utang Rp 32 triliun ke PLN
Rugi Rp 821 M, Garuda Indonesia ingin negosiasi biaya sewa pesawat
Menteri Rini: 10.000 ATM milik Bank BUMN akan digabung akhir 2016
Target ambisius Rini, aset BUMN capai Rp 7.000 triliun di 2019
Bos Kadin dan Apindo beda pendapat soal holding BUMN Migas

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.