Siemens berminat terlibat di proyek listrik 35 ribu MW
"Indonesia sangat gencar dalam pembangunan infrastruktur saat ini dan kami melihat keseriusan tersebut."
Siemens, perusahaan raksasa teknologi Jerman, tertarik berinvestasi di proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Itu diungkapkan Josef Winter, Presiden Direktur Siemens, saat ditemui di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (18/5).
"Indonesia sangat gencar dalam pembangunan infrastruktur saat ini dan kami melihat keseriusan tersebut. Rencana besar kami, bisa berkontribusi pada pembangunan tersebut di Indonesia," ujarnya.
Josef berada dalam delegasi Jerman yang dipimpin Wakil Menteri Ekonomi dan Energi Uwe Beckmeyer yang menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Menurut Josef, pihaknya telah menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama ketika Presiden Joko Widodo mengunjungi Uni Eropa, beberapa waktu lalu.
"Pertama untuk supply mobile equipment (peralatan yang bisa dipindah-pindah) di wilayah terpencil dan transfer teknologi local content 75 persen," katanya.
"Kami berkomitmen, fokus ke edukasi. Kami ingin memastikan, kualitas pabrik di Indonesia sama seperti pabrik kami yang lain."
Di Tanah Air, Siemens sudah memiliki tiga pabrik. Salah satu pabriknya, berlokasi di Cilegon, memproduksi turbin yang merupakan komponen utama pembangkit listrik.
"Kami bisa bilang Cilegon sangat kompetitif. Dibandingkan dengan pabrik kami di Eastern Europe and India. Ini good market juga."
Baca juga:
Proyek 35 ribu MW lamban, Menteri ESDM salahkan PLN
UP3K: Proyek listrik harus diperlakukan seperti kereta api
Menteri Sudirman ditanya Jokowi soal pembangunan listrik 35.000 MW
Ekonomi setara negara maju, daya setrum RI kudu 1.000 watt/kapita
Jokowi minta Sudirman Said pelajari hambatan proyek kelistrikan
5 Klaim megaproyek 35.000 MW Jokowi, disebut terbesar di dunia