Jokowi minta Sudirman Said pelajari hambatan proyek kelistrikan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said untuk mengevaluasi secara menyeluruh rencana pembangunan proyek kelistrikan 35.000 megawatt (MW). Dari mulai proses tender hingga pengelolaan di PLN.
"Jadi beliau menekankan supaya ada review yang mendalam dan menyeluruh mumpung tenggat waktunya masih jauh. Jangan sampai di tengah jalan baru kita kerasa hambatannya," ujar Sudirman usai dipanggil Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (14/5).
Presiden, kata dia, menekankan tujuan realisasi pembangunan proyek listrik 35.000 MW harus ada di daerah. Termasuk otoritas akan dipindahkan ke regional agar pengambilan keputusan dalam proyek ini lebih cepat.
"Presiden menekankan tujuan realisasi sampai otoritasnya juga dipindahkan ke regional agar lebih dekat dengan masyarakat, lebih cepat mengambil keputusan, pengadaan dilakukan di daerah supaya lebih cepat," jelas dia.
Menurut Sudirman, hal pokok yang perlu dievaluasi yaitu pada tahap eksekusi. Dia memperkirakan banyak hambatan dalam proses eksekusi pembangunan megaproyek listrik.
"Yang paling terasa yang dieksekusi secara kebijakan itu sudah sangat memberi ruang bagi percepatan-percepatan, Di eksekusi itu memang banyak hambatan," tegas dia.
Sudirman optimis, pembangunan proyek listrik 35.000 MW ini akan terealisasi selama memperhatikan hal yang bersifat teknis di lapangan. Dia yakin, proses evaluasi akan selesai sebelum puasa Ramadhan.
"Sebelum puasa mudah-mudahan sudah ada hasilnya," pungkas dia.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya