Siap-Siap! Tarif Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, Ada Skema Rp10.000 untuk 3 Jam Perjalanan
Kebijakan tersebut akan dibarengi dengan perluasan tarif integrasi, peningkatan layanan, serta penyediaan akses yang lebih mudah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan skema baru tarif layanan Transjabodetabek seiring pengembangan jaringan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.
Kebijakan tersebut akan dibarengi dengan perluasan tarif integrasi, peningkatan layanan, serta penyediaan akses yang lebih mudah bagi penumpang Transjabodetabek.
"Tidak terdapat kendala besar dalam pengembangan Transjabodetabek, tetapi masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dalam hal penyediaan sarana prasarana dan operasional (halte, subsidi)," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, dikutip Minggu (7/6).
Ia mengungkapkan Pemprov DKI telah mengalokasikan subsidi Transjabodetabek pada 2026 sebesar sekitar Rp400 miliar. Adapun besaran subsidi yang diberikan mencapai sekitar Rp12.000 per pelanggan.
Kendati tarif layanan Transjabodetabek ke depan akan disesuaikan, Pemprov DKI menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga minat masyarakat menggunakan transportasi umum. Salah satunya melalui sosialisasi yang lebih masif mengenai urgensi penyesuaian tarif.
"Melakukan sosialisasi yang komprehensif terhadap urgensi penyesuaian tarif kepada masyarakat dengan melibatkan unsur pemangku kepentingan," ujar Budi.
Perluas Skema Tarif
Selain itu, Dishub DKI juga berencana memperluas skema tarif integrasi yang saat ini telah diterapkan melalui aplikasi JakLingko. Skema tersebut memungkinkan masyarakat menggunakan berbagai moda transportasi publik dengan batas tarif tertentu dalam periode waktu tertentu.
"Penerapan tarif integrasi, memperluas skema tarif integrasi seperti tarif maksimum Rp10.000 dalam tiga jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek," katanya.
Budi bilang peningkatan kualitas layanan juga menjadi fokus pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah pengguna. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kepastian jadwal keberangkatan yang lebih akurat guna memangkas waktu tunggu dan waktu tempuh perjalanan.
"Peningkatan layanan antara lain dengan kepastian jadwal keberangkatan yang akurat guna memangkas waktu tempuh," ujarnya.
Perkuat Konektivitas Perjalanan
Selain perbaikan layanan utama, Pemprov DKI juga akan memperkuat konektivitas perjalanan penumpang dari dan menuju titik transit. Langkah tersebut mencakup peningkatan fasilitas pendukung di halte dan stasiun, integrasi fisik antarmoda yang lebih aman, hingga penyediaan layanan pengumpan seperti Mikrotrans.
"Kemudahan akses lanjutan (first dan last mile), memperbaiki fasilitas pendukung di titik transit, termasuk integrasi fisik yang aman dengan halte atau stasiun, serta menyediakan rute pengumpan seperti Mikrotrans yang andal agar penumpang mudah mencapai titik akhir tujuan," kata Budi.