LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Siang bolong, Rupiah nyaris sentuh Rp 14.800 per USD

Bank Indonesia bakal mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi pelemahan Rupiah.

2015-09-28 13:42:08
Rupiah Merosot
Advertisement

Pergerakan nilai tukar Rupiah cukup berfluktuatif hari ini, Senin (28/9). Rupiah sempat menyentuh titik terlemah pada tengah hari atau pukul 12.50 WIB yaitu nyaris Rp 14.800 per USD. Data Bloomberg mencatat, Rupiah sempat berada di level Rp 14.781 per USD.

Bila dibandingkan akhir pekan lalu, Rupiah masih terus melemah. Pada Jumat (25/9) Rupiah menyentuh titik terlemah yaitu Rp 14.711 per USD pada pukul 09.05 WIB.

Namun demikian, saat ini atau pukul 14.20 WIB, Rupiah kembali menguat yaitu Rp 14.691 per USD.

Advertisement

Menanggapi pelemahan Rupiah, Bank Indonesia bakal mengeluarkan paket kebijakan baru. Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan paket kebijakan tersebut salah satunya adalah memberikan insentif kepada pelaku usaha yang menyimpan dana hasil ekspornya di dalam negeri.

"Dalam waktu dekat BI akan menyampaikan kembali paket kebijakan yang bisa mengatasi stabilisasi nilai tukar," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/9).

Menurut Juda, paket kebijakan ini juga untuk meningkatkan ketersediaan dolar di Tanah Air yang akhirnya dapat menguatkan Rupiah ke depan.

Advertisement

"Paket itu misalnya DHE (Devisa Hasil Ekspor), kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah detailnya, termasuk soal kemungkinan pajak dan sebagainya," jelas dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan revisi Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang mengatur transaksi forward jual dolar AS. Maklum saja, saat ini permintaan terkait transaksi forward meningkat tetapi suplai terhadap forward jualnya sedikit terbatas.

"Oleh sebab itu kami akan mendorong perusahaan-perusahaan untuk melakukan forward jual dengan pelonggaran aturan. Kami akan melonggarkan beberapa ketentuan, sekarang non underlying transaksional maksimal USD 1 juta untuk forward jual, kami akan longgarkan ke arah lebih tinggi, sekitar USD 5 juta," ungkapnya.

Baca juga:
Tak hanya Rupiah, Ringgit Malaysia juga anjlok di siang bolong
Nilai tukar Rupiah ditutup melemah 0,13 persen
Pertamina pangkas 50 persen transaksi Dolar Amerika Serikat
Mendag Thomas Lembong nilai ekonomi Indonesia tak berdaya saing
Fakta gelombang PHK massal dengan dalih kondisi ekonomi makin sulit
'Semua orang khawatir Rupiah tembus 15.000 per USD'

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.