Siagakan 108 Petugas Ekstra, KAI Jember Pastikan Keselamatan Perjalanan Nataru 2025/2026
PT KAI Daop 9 Jember menyiagakan 108 petugas ekstra untuk mengamankan perjalanan selama libur KAI Jember Nataru 2025/2026. Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan dan menjamin keselamatan penumpang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengambil langkah proaktif menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Mereka menyiagakan sebanyak 108 petugas jaga perlintasan langsung (JPL) ekstra di berbagai titik rawan. Langkah ini bertujuan krusial untuk menekan potensi angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang kerap meningkat saat volume lalu lintas padat.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen KAI Daop 9 Jember dalam memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Penambahan petugas ini diharapkan dapat memitigasi risiko serta memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa kereta api. Fokus utama adalah menjaga keamanan di perlintasan sebidang yang sering menjadi titik rawan kecelakaan.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, menegaskan pentingnya upaya ini. "Sebagai upaya memitigasi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang, kami menerjunkan petugas tambahan dalam jumlah signifikan," ujarnya di Jember, Minggu. Penempatan petugas ekstra ini tersebar di lima wilayah operasional KAI Daop 9 Jember.
Penyiapan Petugas dan Mitigasi Risiko Kecelakaan KAI Jember Nataru
Sebanyak 108 petugas JPL ekstra telah disebar secara strategis di seluruh wilayah operasi Daop 9 Jember. Penempatan ini meliputi 54 orang di Jember, 22 orang di Banyuwangi, 16 orang di Probolinggo, serta masing-masing 8 orang di Lumajang dan Pasuruan. Kehadiran petugas ini sangat vital untuk mengamankan perjalanan kereta api dan memastikan keselamatan selama masa angkutan KAI Jember Nataru.
Selain petugas JPL ekstra, KAI Daop 9 Jember juga menyiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) ekstra. Penjaga daerah rawan juga akan disiagakan secara kondisional, menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi cuaca di lapangan. Kesiapan petugas ini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai potensi kendala operasional selama periode sibuk tersebut.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan KAI Daop 9 Jember dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat. Fokus utama adalah pada pencegahan kecelakaan dan penanganan cepat jika terjadi insiden. Dengan demikian, perjalanan kereta api diharapkan dapat berlangsung aman dan nyaman bagi semua penumpang.
Inspeksi Infrastruktur dan Kesiapan Jalur KAI Jember
Guna memastikan keandalan prasarana, KAI Daop 9 Jember telah melakukan inspeksi lintas secara menyeluruh. Inspeksi ini dilakukan menggunakan lori dresin, di mana pihak manajemen menyisir langsung jalur rel. Tujuannya adalah untuk memastikan semua aspek infrastruktur dalam kondisi prima menghadapi lonjakan penumpang Nataru.
Manajemen KAI Daop 9 Jember menekankan pentingnya inspeksi langsung ini. "Inspeksi langsung oleh manajemen itu bertujuan melihat kondisi riil di lapangan. Fokusnya tidak hanya pada kondisi fisik rel dan jembatan, tetapi juga kesiapan mental dan pemahaman prosedur para petugas," kata Cahyo Widiantoro. Hal ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menjaga keselamatan.
Perhatian khusus diberikan pada titik-titik krusial yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. "Kami melakukan pemetaan ketat, khususnya di jalur pegunungan Gumitir dan area terowongan," ujarnya. Mengingat kontur geografis wilayah Daop 9 yang unik, keandalan prasarana di lokasi-lokasi tersebut menjadi prioritas utama. Ini adalah bagian dari upaya KAI Jember Nataru untuk menjamin keamanan.
Peningkatan SDM dan Fasilitas Pelayanan KAI Jember Nataru
Tidak hanya aspek teknis, KAI Daop 9 juga melakukan penyegaran standar operasional prosedur (SOP) kepada seluruh SDM operasional. Pelatihan ini mencakup Awak Sarana Perkeretaapian (ASP) hingga petugas stasiun. Tujuannya adalah untuk memastikan kesigapan tinggi dan satu pemahaman dalam melayani penumpang, termasuk menghadapi situasi darurat selama KAI Jember Nataru.
Selain keselamatan perjalanan kereta, aspek pelayanan kesehatan dan keselamatan penumpang di stasiun juga mendapat perhatian serius. Daop 9 Jember telah meningkatkan standar fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di seluruh stasiun. Hal ini merupakan bagian integral dari persiapan menghadapi lonjakan penumpang.
Pengecekan menyeluruh dilakukan untuk memastikan kelengkapan pos kesehatan dan perlengkapan P3K. "Kami memastikan seluruh pos kesehatan dan perlengkapan P3K di stasiun dalam kondisi lengkap," kata Cahyo. Pengecekan mencakup ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, hingga alat pacu jantung otomatis atau Automated External Defibrillator (AED). Persiapan matang ini menunjukkan komitmen KAI Daop 9 Jember.
Melalui persiapan matang dari sisi infrastruktur, SDM, hingga fasilitas medis, KAI Daop 9 Jember siap menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat. Semua upaya ini dilakukan demi kelancaran dan keamanan perjalanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.
Sumber: AntaraNews