LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. ENERGI

Shell Pertimbangkan Akuisisi BP

Shell masih menunda keputusan akhir mengenai akuisisi BP hingga harga saham dan harga minyak dunia turun lebih jauh.

Senin, 05 Mei 2025 15:10:00
shell
Sebuah pesawat terbang melewati tanda di pom bensin shell di London, Kamis (2/2/2023). Shell mencetak laba sebesar US$40 miliar atau setara Rp595,8 miliar pada 2022 di tengah gejolak harga en (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Perusahaan energi besar, Shell, saat ini sedang melakukan konsultasi dengan tim penasihat untuk menilai potensi akuisisi terhadap BP, sebuah perusahaan migas yang berbasis di Inggris.

Meskipun demikian, Shell belum membuat keputusan akhir dan memilih untuk menunggu sampai harga saham BP serta harga minyak global mengalami penurunan yang lebih signifikan, berdasarkan informasi dari sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Dalam beberapa minggu terakhir, sudah ada diskusi mendalam mengenai kelayakan dan keuntungan dari akuisisi ini, meskipun prosesnya masih berada pada tahap awal.

Dikutip dari Businesstimes, Minggu (4/5), saham BP telah kehilangan hampir sepertiga dari nilainya dalam satu tahun terakhir, disebabkan oleh rencana restrukturisasi yang tidak meyakinkan bagi para investor serta penurunan harga minyak yang drastis.

Advertisement

Shell juga dilaporkan sedang mempersiapkan diri jika BP memutuskan untuk melakukan pendekatan terlebih dahulu atau jika ada kompetitor lain yang bergerak lebih cepat.

Selain itu, alternatif lain yang sedang dipertimbangkan oleh Shell termasuk program pembelian kembali saham atau melakukan akuisisi dalam skala kecil, dibandingkan dengan langkah merger yang lebih besar.

Advertisement

Merger Shell-BP Bisa Jadi Akuisisi Terbesar dalam Sejarah Industri Minyak

Jika rencana ini terwujud, penggabungan antara Shell dan BP dapat menjadi salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah industri minyak secara global.

Kedua perusahaan tersebut, yang dulunya merupakan pesaing utama dengan ukuran dan pengaruh yang setara, kini berada di jalur yang berbeda.

Saat ini, nilai Shell diperkirakan mencapai sekitar 149 miliar, yang lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar BP yang hanya bernilai 56 miliar.

Transformasi bisnis BP tidak berhasil

Transformasi yang diinisiasi oleh mantan CEO Bernard Looney, yang menekankan pada strategi net-zero, dianggap tidak mencapai hasil yang diharapkan. Kini, CEO baru BP, Murray Auchincloss, telah mengumumkan serangkaian perubahan strategi yang lebih mengutamakan produksi minyak, mengurangi program pembelian kembali saham, serta menjual beberapa aset yang dimiliki.

Meskipun langkah-langkah ini diambil, tantangan besar masih menghadang perusahaan.

"Harga minyak yang tertekan di bawah USD70 per barel serta tekanan dari investor aktif seperti Elliott Investment Management" semakin memperburuk ketidakpastian masa depan BP. Dengan situasi ini, perusahaan harus beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada di industri energi.

Sebuah pesawat terbang melewati tanda di pom bensin shell di London, Kamis (2/2/2023). Shell mencetak laba sebesar US$40 miliar atau setara Rp595,8 miliar pada 2022 di tengah gejolak harga en © 2025 Liputan6.com

Shell Mengutamakan Pencarian Nilai Tambah

Wael Sawan, CEO Shell, menekankan bahwa perusahaan yang dipimpinnya akan tetap berhati-hati dalam melakukan akuisisi. Ia menegaskan bahwa Shell hanya akan melangkah jika terdapat peluang yang secara nyata dapat menambah nilai serta meningkatkan arus kas bebas per saham dalam waktu yang singkat.

"Kami harus menata rumah kami sendiri sebelum melirik akuisisi besar," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini, prioritas utama Shell adalah memperkuat posisi internal mereka.

Sawan juga menjelaskan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah melakukan akuisisi yang benar-benar dapat menciptakan nilai, seperti langkah akuisisi terhadap perusahaan perdagangan LNG, Pavilion Energy.

Selain itu, Shell telah mengambil langkah untuk memangkas unit energi terbarukan yang tidak menunjukkan kinerja baik, dan kembali menekankan perhatian pada bisnis utama di sektor migas.

Advertisement

Meskipun demikian, perusahaan tetap berupaya menjaga kinerja saham yang relatif lebih baik dibandingkan dengan Chevron dan ExxonMobil dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah pesawat terbang melewati tanda di pom bensin shell di London, Kamis (2/2/2023). Shell mencetak laba sebesar US$40 miliar atau setara Rp595,8 miliar pada 2022 di tengah gejolak harga en © 2025 Liputan6.com
Berita Terbaru
  • Gol Vinicius Junior Bawa Real Madrid Kalahkan Sevilla 1-0 di Laga Sengit Liga Spanyol
  • 7 Tips Praktis Membuat Sumur Resapan yang Efektif Kurangi Genangan
  • Rahasia Awet Muda, 12 Makanan Alami yang Mengandung Kolagen
  • Gubernur Jakarta Buka Peluang Perpanjangan LRT Jakarta ke PIK 2 dan Bandara Soetta
  • DeQing Juara Xi'an Challenger 2026, Amankan Tiket World Tour Amsterdam
  • berita update
  • konten ai
  • shell
  • shell indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
I
Reporter Ilyas Istianur Praditya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.