LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Setelah Emas, Harga Minyak Dunia Juga Naik

Pemerintah Amerika Serikat menerapkan sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Iran.

Kamis, 17 Apr 2025 08:35:20
dolar as
Harga minyak mentah acuan AS turun 7,7 persen menjadi US$ 52,53 per barel dipicu sentimen krisis penyelesaian utang Yunani. (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Harga minyak dunia mengalami kenaikan lebih dari USD 1 per barel pada Rabu (16/4) akibat kekhawatiran mengenai pasokan global. Lonjakan harga minyak ini disebabkan oleh sanksi baru yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap importir minyak Iran yang berasal dari China.

Menurut informasi dari CNBC pada Kamis (17/4), kontrak berjangka Brent meningkat sebesar USD 1,18 atau 1,82%, mencapai USD 65,85 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga naik USD 1,14 atau 1,86% dan ditutup di level USD 62,47 per barel.

Pemerintah AS berfokus pada ekspor minyak Iran melalui sanksi baru, termasuk terhadap salah satu kilang independen yang dikenal sebagai teapot refinery di Tiongkok. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk menekan Teheran dan menghentikan total ekspor minyak Iran.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa hak negara tersebut untuk memperkaya uranium tidak dapat dinegosiasikan. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menjelang putaran negosiasi nuklir yang akan berlangsung di Roma pada hari Sabtu mendatang.

Advertisement

Dukungan OPEC dan Laporan EIA Bantu Dorong Harga Minyak

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengungkapkan bahwa Irak, Kazakhstan, dan negara lainnya telah memperbarui rencana pemotongan produksi sebagai kompensasi atas kelebihan kuota sebelumnya. Komitmen ini turut berkontribusi pada penguatan harga minyak dunia.

Di sisi lain, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah AS meningkat sebesar 515.000 barel menjadi 442,9 juta barel pada pekan yang berakhir 11 April.

Advertisement

Angka ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 507.000 barel. Namun, persediaan bensin dan distilat justru mengalami penurunan.

Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi bahwa pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun 2025 akan menjadi yang paling lambat dalam lima tahun terakhir.

Ketegangan dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin meningkat

Harga minyak mentah acuan AS turun 7,7 persen menjadi US$ 52,53 per barel dipicu sentimen krisis penyelesaian utang Yunani. © 2025 Liputan6.com

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah mengurangi secara signifikan proyeksi perdagangan barang di seluruh dunia dan mengingatkan bahwa tarif tambahan yang diterapkan oleh AS dapat menyebabkan penurunan perdagangan yang paling parah sejak puncaknya pandemi COVID-19.

"Presiden Trump meningkatkan tarif terhadap produk Tiongkok, yang langsung dibalas dengan bea masuk tambahan oleh Beijing," ungkap laporan tersebut.

Analis berpendapat bahwa masa depan ekonomi global sangat tergantung pada hasil negosiasi antara kedua negara adidaya ini.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Bloomberg, disebutkan bahwa China menginginkan adanya penghormatan lebih dari pemerintah Trump sebelum bersedia kembali ke meja perundingan.

UBS juga menambahkan bahwa jika ketegangan dagang dapat mereda, hal ini akan berkontribusi pada stabilitas prospek pertumbuhan ekonomi global serta meningkatkan permintaan terhadap minyak.

Perkiraan harga minyak

Harga minyak mentah acuan AS turun 7,7 persen menjadi US$ 52,53 per barel dipicu sentimen krisis penyelesaian utang Yunani. © 2025 Liputan6.com

Beberapa bank besar seperti UBS, BNP Paribas, dan HSBC telah mengurangi proyeksi harga minyak akibat ketidakpastian yang terus berlanjut. Menurut Rystad Energy, pertumbuhan permintaan minyak diperkirakan akan melambat pada 2025 menjadi hanya 600.000 barel per hari, yang merupakan hampir setengah dari estimasi sebelumnya sebelum adanya ketegangan tarif.

Advertisement

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi China mencapai 5,4% secara tahunan pada kuartal pertama, melebihi ekspektasi yang dipatok sebesar 5,1%. Namun, analis PVM Oil, Tamas Varga, menyatakan bahwa pertumbuhan ini mungkin tidak dapat dipertahankan sepanjang tahun.

Berita Terbaru
  • Polda Banten Panen Jagung 29,5 Ton, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
  • Tokoh Kaltim Desak Dewan Konsisten Kawal Hak Angket Evaluasi Kinerja Gubernur Kaltim
  • Polda Papua Pastikan Kamtibmas Wamena Kondusif, Aktivitas Masyarakat Kembali Normal
  • Pasaman Barat Sediakan Rumah Tunggu Kelahiran untuk Ibu Hamil Berisiko Tinggi, Tingkatkan Akses Layanan Kesehatan
  • Mematangkan Roadmap: Kunjungan Presiden Lukashenko Perkuat Kerja Sama Indonesia Belarus
  • dolar as
  • harga minyak dunia
  • harga minyak dunia naik
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
I
Reporter Ilyas Istianur Praditya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.