Semester I-2018, pendapatan bersih Sido Muncul naik 5,4 Persen
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,27 triliun sepanjang semester I-2018, meningkat sebesar 5,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp 1,21 triliun.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membukukan pendapatan bersih senilai Rp 1,27 triliun sepanjang semester I-2018, meningkat sebesar 5,4 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp 1,21 triliun.
Segmen herbal dan suplement merupakan kontributor terbesar penjualan dengan pertumbuhan penjualan sebesar 7,4 persen. Segmen Healthy Food and Beverages mengalami pertumbuhan sebesar 0,4 persen. Segmen pharmaceutical juga bertumbuh sebesar 10,9 persen.
Mengacu pada laporan keuangan publikasi, seiring peningkatan penjualan selama periode Januari-Juni 2018, SIDO juga berhasil menekan beban pokok penjualan sebanyak 5 persen dari Rp 674 miliar pada semester I tahun 2017 menjadi Rp 638 miliar di periode yang sama tahun ini.
Menurut Direktur Keuangan SIDO Leonard, keberhasilan perseroan menekan beban pokok penjualan diikuti oleh keberhasilan pabrikan meningkatkan efisiensi fasilitas produksi ekstraksi.
"Dalam meningkatkan produk, kita akan meningkatkan portfolio yang kita punya saat ini," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/8).
Sejalan dengan efisiensi tersebut, SIDO mencetak peningkatan laba kotor sebesar 18 persen menjadi Rp 635 miliar per Juni 2018. Adapun, laba bersih SIDO melonjak 16,8 persen dari Rp 244 miliar di semester I 2017 menjadi Rp 291 miliar di periode yang sama tahun ini.
Sampai dengan semester pertama tahun ini, realisasi dana belanja modal (capital expenditure/capex) SIDO mencapai Rp 163,3 miliar. Itu sekitar 54,43 persen dari total capex yang dialokasikan sepanjang tahun 2018 yang sebesar Rp 300 miliar.
Perseroan memiliki tiga anak perusahaan dengan kepemilikan 99,9 persen yaitu PT Semarang Herbal Indo Plant, PT Muncul Mekar, hingga PT Berlico Mulia Farma yang memproduksi obat-obatan farmasi.
Sebagai tanggung jawab kepada masyarakat, Perseroan melakukan operasi katarak bekerjasama dengan Perdami dengan 51.000 mata telah dioperasi. "Perseroan juga melakukan operasi bibir sumbing bekerjasama dengan rumah sakit," tandasnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
RUPST PT Tiga Pilar Sejahtera dikabarkan kisruh, ini tanggapan OJK
Agustus 2018, Wika kantongi kontrak baru Rp 23,45 triliun
Incar investor baru, BEI kembali gelar Investor Summit 2018
Rehabilitasi lingkungan, PT Bekasi Fajar Industrial tanam 13.000 mangrove di Bekasi
Strategi asosiasi kerek literasi pasar modal RI
Resmi IPO, saham Trimitra Propertindo naik 50 persen