Sektor pertanian ditinggalkan para pemuda, ini solusi Menteri Amran
"Solusi pertanian Indonesia adalah mekanisasi pertanian," ucap Amran.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyebut, salah satu solusi masalah peningkatan produksi pertanian Indonesia adalah dengan menerapkan mekanisasi pertanian.
"Solusi pertanian Indonesia adalah mekanisasi, makanya kami memberikan 'combine harvester' (mesin panen kombinasi) dan rice planter (mesin penanam padi)," kata Amran seperti ditulis Antara Makassar, Minggu (10/7).
Menurut dia, mekanisasi menjadi solusi ketika jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin menurun karena para pemuda lebih banyak yang memilih meninggalkan desa. "Dengan mekanisasi, panen yang biasanya butuh 20 orang, dalam empat jam selesai," kata dia.
Mekanisasi pertanian mampu menurunkan biaya produksi hingga 40 persen, dan meningkatkan efisiensi waktu tanam hingga panen. "Kalau negara-negara Eropa saja yang hanya punya waktu tanam tiga bulan bisa swasembada, kenapa kita yang punya waktu tanam 12 bulan tidak bisa," ujarnya.
Amran mengatakan, pihaknya terus memotivasi agar para peneliti pertanian di Indonesia dapat berinovasi menciptakan berbagai mesin pertanian, di antaranya dengan memberikan royalti yang memadai.
"Baru-baru ini kita minta dibuatkan mesin panen jagung, dan akan diberikan royalti lima hingga sepuluh persen," jelas Amran.
Menteri lulusan Universitas Hasanuddin ini mengajak semua pihak khususnya para peneliti dan petani untuk bekerja keras bagi kemajuan pertanian Indonesia.
Baca juga:
El Nino, Jawa Barat terkena dampak terparah
Jelang Lebaran, harga pangan masih tinggi
Wujudkan swasembada pangan, Kementan ciptakan mesin tani canggih
Menteri Nasir: ada hasil riset untuk tekan impor sapi 15-20 persen
Putus rantai pasok pangan, pemerintah manfaatkan 20.000 koperasi
Pemerintah diminta pangkas rantai distribusi pangan
Pemuda Sleman menang hadiah Rp 20 juta untuk logo HPS dari Kementan