Sektor Kesehatan Jadi Pertimbangan Pemerintah Atur Keuangan Negara
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, problem Indonesia makin rumit di tengah pandemi Virus Corona. Keuangan negara yang dipahami dan dilakukan di masa lalu bertambah dimensinya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, problem Indonesia makin rumit di tengah pandemi Virus Corona. Keuangan negara yang dipahami dan dilakukan di masa lalu bertambah dimensinya.
"Problem kita makin rumit, keuangan negara makin rumit. Keuangan negara yang dipahami di masa lalu, bertambah dimensinya," kata Suahasil dalam podcast Maestro, Jakarta, Senin (30/8).
Suahasil mengatakan, saat ini pemerintah sudah tidak mungkin menganalisis keuangan tanpa memikirkan sisi kesehatan. Sementara, lima tahun lalu kondisi tersebut tidak pernah menjadi pemikiran utama.
"Saya yakin kita tidak mungkin menganalisis keuangan negara tanpa memikirkan sisi kesehatan. 5 tahun lalu tidak pernah berpikir seperti itu," imbuhnya.
Di masa lalu, kata Suahasil, pemerintah memang membahas mengenai sektor kesehatan. Namun, sektor ini bukan sektor utama yang mempengaruhi keuangan negara.
"Memikirkan sektor kesehatan ada dikembangkan tapi bukan faktor yang akan mempengaruhi dinamika keuangan negara. Sekarang dinamika berubah," jelasnya.
Saat ini, kebijakan fiskal harus mencakup semua hal dan tetap mengacu pada sektor kesehatan. Dengan demikian, kebijakan fiskal bukan sekedar anggaran.
"Kebijakan fiskal beyond APBN. Kebijakan fiskal bukan sekedar anggaran, karena pandemi kita harus melibatkan sektor keuangan, perbankan, dunia usaha, insentif, urus pemerintah daerah dan seterusnya," jelas Suahasil.
Baca juga:
Kekuatan Anggaran Negara di Tengah Pandemi
Strategi Menhub Budi Kejar Penyerapan Anggaran 95 Persen di 2021
Defisit APBN Juli 2021 Tembus Rp336,9 Triliun
ESDM Usul Anggaran untuk Subsidi Listrik di 2022 Sebesar Rp61,7 Triliun
Pagu Anggaran KemenESDM 2022 Rp5,03 T, Rp914,5 M untuk Gaji PNS
Tahun Depan, LPG 3 Kg Akan Hanya Dijual untuk Masyarakat Miskin Terdaftar di DTKS