LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Saran Hary Tanoe untuk pemerintah Jokowi pasca penurunan BI rate

Pasar diminta untuk tidak terlalu cemas karena penurunan BI rate.

2016-02-19 09:23:55
BI Rate
Advertisement

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 7 persen. Langkah pelonggaran moneter ini guna menstabilkan perekonomian domestik yang semakin membaik.

Menanggapi hal tersebut, pengusaha media Hary Tanoesoedibjo mengharapkan penurunan tingkat suku bunga dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

"Suku bunga turun, biaya bunga makin murah. Ini juga akan meningkatkan aktivitas ekonomi, dan pada saat yang bersamaan juga akan menciptakan lapangan kerja. Jadi saya dengar pemerintah akan memaksa bunga kredit turun, bunga deposito tentunya akan ikut turun. Itu bagus, apalagi di saat kondisi luar negeri juga lemah," ujarnya di Jakarta, Jumat (19/2).

Advertisement

Hary menegaskan, pasar tidak perlu cemas karena penurunan suku bunga tidak selalu akan berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah. Terlebih saat ini kondisi ekonomi global juga tidak begitu baik. Dia mengatakan, pemerintah kemudian harus segera merespon dengan mendorong investasi agar tumbuh cepat terutama di sektor-sektor yang menciptakan banyak lapangan kerja.

"Saya sarankan insentif investasi itu lebih ke sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja. Ada investasi yang lapangan kerjanya sedikit, ada investasi yang membuka lapangan kerja banyak. Jadi harus fokus di sektor yang bisa membuka lapangan kerja besar," jelas dia.

Sektor pajak, menurutnya, juga harus diperhatikan pemerintah. Dia menyarankan agar dilakukan perluasan basis pembayar pajak sehingga hasilnya akan semakin meningkatkan sumber pendapatan pemerintah.

Advertisement

"Pemerintah perlu memperbesar basis pembayar pajak. Karena saat ini yang bayar pajak di Indonesia sedikit sekali cuma 1 juta-an dari 250 juta penduduk. Jadi perlu basisnya diperluas, jumlah pembayar pajak meningkat, ini akan jadi sumber penghasilan untuk pembangunan," tutupnya.

Baca juga:
PLN berikan keringanan pembayaran listrik 250 perusahaan
Nilai tukar Rupiah kembali melemah ke level Rp 13.500-an per USD
BPDP kelapa sawit siapkan Rp 90 miliar beri beasiswa ke anak petani
Sindir Menko Darmin, Demokrat sebut penyakit panu dikasih obat flu
BI proyeksi pertumbuhan 2016 bergeser ke 5,4 persen
Pangkas BI rate, bank sentral dorong penurunan suku bunga kredit

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.