Sandiaga Uno Ingin Holding Pariwisata Melantai di Bursa Saham
Sandiaga Uno menginginkan, holding pariwisata bisa memetakan pariwisata Indonesia. Mengingat masih banyak pariwisata yang belum dimanfaatkan dengan baik.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berharap holding pariwisata bisa dimiliki masyarakat melalui pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melalui induk holding, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Aviata, dia ingin holding bisa melakukan aksi korporasi itu.
"Tentu juga suatu saat harapannya bisa IPO jadi perusahaan publik yang dimiliki masyarakat," ujar Sandiaga dalam diskusi daring, Jakarta, Senin (12/7).
Sandiaga Uno menginginkan, holding pariwisata bisa memetakan pariwisata Indonesia. Mengingat masih banyak pariwisata yang belum dimanfaatkan dengan baik.
"Holding pariwisata harapannya kita bisa memetakan. Karena kita punya banyak potensi wisata di Indonesia yang belum dioptimalkan," katanya.
Dia menambahkan, anggota holding Aviata bukan perusahaan perusahaan kecil. Sehingga penyatuan ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan kebijakan komprehensif dan kebijakan tersinkronisasi secara baik.
"Ini menyangkut perusahaan-perusahaan besar dan sangat bersinggungan kebijakan kita di Kemenparekraf. Kami ingin, secara berkesinambungan mewujudkan pariwisata era baru. Yaitu personalize, customize, localize, and smaller in size," tandasnya.
Baca juga:
Sandiaga Uno: 34 Juta Pelaku Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Terdampak PPKM Darurat
Bukit Kelam, Batu Monolit Terbesar di Dunia yang Kalah Pamor dari Uluru
Pemerintah Perluas Penerima Dana Hibah Pariwisata Rp3,7 T
PPKM Darurat, Sandiaga Minta Lokasi Wisata & Sentra Ekonomi Kreatif Ditutup Sementara
BPS Catat Kunjungan Wisatawan Asing Naik 24,58 Persen di Mei 2021
Kuartal I-2021, Kunjungan Wisman Anjlok Tapi Wisatawan Domestik Mulai Stabil