Bukit Kelam adalah formasi monolit Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan ini terlindung di bawah payung Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Walaupun begitu, masyarakat sekitar biasa menyebutnya Bukit Raya.
Travel
Bukit Kelam adalah formasi monolit Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Kawasan ini terlindung di bawah payung Taman Wisata Alam Bukit Kelam. Walaupun begitu, masyarakat sekitar biasa menyebutnya Bukit Raya.
Meskipun disebut bukit, nyatanya Bukit Kelam adalah sebuah batu tunggal berukuran raksasa. Ini adalah batu monolit terbesar dan tertinggi di dunia dengan tinggi mencapai 1.002 meter. Sebagai perbandingan, Uluru memiliki ketinggian 863 meter.
Bukit Kelam terletak di antara dua sungai besar, yaitu Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Karena itulah, keberadaan bukit ini dikaitkan dengan legenda Bujang Beji dan Temenggung Marubai. Konon, Bujang Beji yang menguasai Kapuas Hulu iri terhadap Marubai yang menguasai Melawi. Karena itulah, dia memikul Bukit Kelam untuk membendung aliran Melawi.
Beberapa peneliti berteori kalau Bukit Kelam adalah pecahan meteor yang jatuh bumi. Pasalnya, ada penelitian yang membuktikan unsur batu meteor dari pecahan batu yang ada di Bukit Kelam.
Bukan cuma ukurannya yang luar biasa, Bukit Kelam juga menjadi 'ruang penelitian' para ahli botani berkat keanekaragaman hayati yang dimilikinya. Tempat ini menjadi rumah bagi 14 spesies kantong semar, salah satunya spesies endemik Nepenthes clipeata yang terancam punah.
Selain kantong semar, Bukit Kelam juga memiliki anggrek hitam, beruang madu, trenggiling, dan burung walet. Tak ketinggalan vegetasi endemik seperti pohon Belian (Eusideroxylon zwageri) dan Bengkirai.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta menjelang libur sekolah Juni, demi kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Baca Selengkapnya
Kolaborasi Kementerian Pariwisata dan BPJPH gencar percepat sertifikasi halal produk UMKM di 1.500 desa wisata, menghasilkan puluhan ribu sertifikat dan meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Baca Selengkapnya
BBTF 2026 mencatat transaksi Rp6,9 triliun, menunjukkan adaptasi pariwisata Indonesia terhadap dinamika pasar global dan pergeseran fokus ke Asia-Pasifik.
Baca Selengkapnya
Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan Devisa Pariwisata Bali 2025 menyumbang 55 persen ke nasional. Ini bukti ketahanan sektor pariwisata Bali di tengah tantangan dan kontribusinya pada ekonomi lokal.
Baca Selengkapnya
Pemerintah Indonesia serius menggenjot diversifikasi investasi pariwisata ke berbagai daerah di luar Bali. Langkah ini bertujuan pemerataan pembangunan dan optimalisasi potensi destinasi baru.
Baca Selengkapnya
Kementerian Pariwisata membuka peluang besar bagi investor untuk mengembangkan Investasi Pariwisata Luar Bali, bertujuan pemerataan ekonomi dan keberlanjutan sektor pariwisata Indonesia.
Baca Selengkapnya
Ribuan pelari memadati Anjungan Losari saat Wali Kota Makassar melepas Makassar Half Marathon 2026, menandai kebangkitan sport tourism dan ekonomi di Indonesia Timur.
Baca Selengkapnya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan Pertumbuhan Kunjungan Wisman Indonesia pada Maret 2026 menjadi yang tertinggi se-Asia Tenggara, menunjukkan harapan besar bagi pariwisata nasional.
Baca Selengkapnya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Widiyanti Putri Wardhana mendorong Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 tingkatkan kerja sama pariwisata, perluas jangkauan destinasi Indonesia ke pasar global.
Baca Selengkapnya
Jumlah penumpang WNA di KAI Daop 9 Jember melonjak awal 2026. Probolinggo menjadi destinasi favorit, menarik wisatawan mancanegara dengan akses ke keindahan alam Jawa Timur.
Baca Selengkapnya
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus perkuat inisiatif pariwisata berkualitas tinggi, salah satunya melalui Geopark Run Series 2026-2027, untuk mendongkrak daya tarik wisata olahraga geopark Indonesia dan ekonomi lokal.
Baca SelengkapnyaBima mencontohkan sejumlah daerah yang memiliki potensi wisata besar, tetapi belum berkembang optimal akibat lemahnya dukungan ekosistem.
Baca Selengkapnya