Sandiaga: Glodok sepi karena UMKM banyak beralih ke e-commerce
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menilai menurunnya pembeli di Pasar Glodok dikarenakan banyaknya UMKM yang beralih ke e-commerce. Sepinya pengunjung di pasar Glodok membuat pemilik toko mendapatkan omset yang sedikit dan ada pula yang menutup tokonya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno menilai menurunnya pembeli di Pasar Glodok dikarenakan banyaknya UMKM yang beralih ke e-commerce. Sepinya pengunjung di pasar Glodok membuat pemilik toko mendapatkan omset yang sedikit dan ada pula yang menutup tokonya.
"Sekarang kita melihat Glodok kosong, Mangga Dua sepi karena UMKM kita cepat sekali untuk masuk e-commerce," ujar Sandi di Jakarta, Senin (24/7).
Sandiaga menegaskan UMKM Indonesia dapat meningkatkan usaha dengan berinovasi dan dapat berjualan dengan memanfaatkan teknologi.
"Satu, Inovasi. UMKM kita sangat bisa mengadopsi inovasi untuk meningkatkan usaha mereka, jadi UMKM kita sangat fleksibel. Kedua, UMKM kita bisa mengaddress secara baik e-commerce," katanya.
Sandiaga juga menambahkan promosi UMKM melalui sosial media juga menentukan UMKM Indonesia lebih unggul. Sebab, aktifitas masyarakat yang menggunakan sosial media lebih tinggi dibandingkan China, Hongkong, Vietnam, Malaysia, Australia.
"Berdasarkan data di CPA Australia, menunjukkan bahwa ternyata setelah diteliti di Asia Pasifik bahwa seluruh UMKM pesertanya ada sekitar 3.000 UMKM, Indonesia menunjukkan posisi yang sangat unggul dibandingkan kompetitornya. Terutama di berbagai bidang ekonomi," pungkasnya.
Baca juga:
Maraknya jual beli online, omzet pedagang baju anjlok 80 persen
Pembeli sepi, pedagang Pasar Glodok pilih jualan online
Manajer soal Pasar Glodok sepi: 2-3 Bulan lagi kembali seperti biasa
Manajer Pasar Glodok: Dari 1.880, 564 kios saat ini tutup
4 Cerita miris pedagang Glodok, jual kios hingga untung pas-pasan
Demi bertahan hidup, Pedagang Glodok pecat para pegawainya
Cerita pedagang Glodok beli kios Rp 70 juta, dijual hanya Rp 15 juta