Sambut Industri 4.0, Jokowi Akan Dorong Petani Go Online
Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan akan mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut era industri 4.0. Salah satunya dalam sektor pertanian. Menurutnya, petani perlu didorong untuk memanfaatkan internet dan teknologi dalam menjual hasil pertaniannya.
Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan akan mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam menyambut era industri 4.0. Salah satunya dalam sektor pertanian.
Menurutnya, petani perlu didorong untuk memanfaatkan internet dan teknologi dalam menjual hasil pertaniannya. "Perlunya petani diperkenalkan pada market place sehingga bisa online. Menyiapkan juga usaha mikro untuk online system," ujarnya saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2).
Jokowi mengatakan pengembangan SDM dalam menyambut era industri 4.0 harus segera dilakukan agar tidak tertinggal dengan negara lain.
"Tadi saya sampaikan palapa ring sudah hampir 100 persen. Juga sistem 4G kita bangun 74 persen di kabupaten kota. Kalau ini selesai sangat gampang masuk ke era industri 4.0," tuturnya.
Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, mengakui bahwa industri 4.0 sudah sampai di depan mata. Namun, perlu diketahui bahwa industri 4.0 belum bisa menjamin petani dan harga pangan.
"Saya lebih ingin menjamin Indonesia bisa menyediakan pangan sendiri tanpa impor," jelasnya.
"Kita sama-sama memahami dahsyatnya perkembangan industri 4.0 yang akan datang. Seperti berdampak di satu pabrik di Jerman punya 15.000 akan diganti menjadi hanya 5.000 orang yang bekerja."
Baca juga:
Prabowo Kritik Infrastruktur, Jokowi Andalkan Tak Ada Konflik Pembebasan Lahan
Prabowo Sebut Pembangunan Infrastruktur Grasa-Grusu, Jokowi Tegaskan Salah Besar
Prabowo Sebut Infrastruktur Grasa-grusu, Jidat Jokowi Mengkerut & Geleng Kepala
Kesaksian Raja Dengar Ledakan Dekat Area Debat Kedua Capres
Suasana Jelang Debat Kedua Pilpres 2019
Jokowi Sebut Impor Jagung Tinggal 180.000 Ton di 2018 & 3 Tahun Tanpa Kebakaran Hutan