Rupiah terus perkasa di level Rp 14.700-an per USD
Rupiah dibuka di level Rp 14.780, menguat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.804 per USD. Rupiah terus menguat usai pembukaan menyentuh level Rp 14.733 per USD. Namun kemudian melemah ke level Rp 14.768, dan saat ini Rupiah berada di level Rp 14.758 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak fluktuatif hari ini, Rabu (7/11). Rupiah dibuka di level Rp 14.780, menguat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.804 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah terus menguat usai pembukaan menyentuh level Rp 14.733 per USD. Namun kemudian melemah ke level Rp 14.768, dan saat ini Rupiah berada di level Rp 14.758 per USD.
Sebelumnya, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mampu melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa pekan ini. Bahkan memimpin penguatan di Asia.
Melihat data Bloomberg, Rupiah memimpin penguatan terhadap dolar AS di Asia. Sebagian besar mata uang di Asia menguat terhadap dolar AS kecuali mata uang ringgit Malaysia dan baht Thailand. Mata uang China yuan menguat 0,10 persen terhadap dolar AS, kemudian, mata uang peso Filipina menguat 0,35 persen terhadap dolar AS, dan rupee India menguat 0,20 persen terhadap dolar AS.
Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menuturkan, sentimen global dan domestik mendukung penguatan Rupiah terhadap dolar AS.
Dari eksternal, indeks dolar AS cenderung melemah. Hal ini mengingat peluang pembicaraan mengenai perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China belum ada titik temu.
"Pelaku pasar cenderung menjual dolar AS sehingga berdampak terhadap mata uang negara berkembang," kata dia.
Dia menambahkan, bila AS dan China mencatatkan perkembangan pembicaraan soal sektor perdagangan juga akan membuat rupiah kembali lanjutkan penguatan. Namun bila tidak ada negosiasi, rupiah bisa melemah lagi, kata dia.
Sedangkan dari internal, menurut Josua pelaku pasar mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen pada kuartal III 2018. Pertumbuhan ekonomi tersebut di atas harapan. "Selain itu, Bank Indonesia awal bulan menerapkan non deliverable forward sebagai alternatif hedging bagi investor asing juga membuat rupiah menguat," kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Baca juga:
4 Fakta di balik menguatnya Rupiah sentuh level Rp 14.800 per USD
Faisal Basri soal Rupiah menguat: Efeknya belum begitu terasa
Rupiah pimpin penguatan nilai tukar di Asia
Pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi bantu penguatan Rupiah
BI sebut penguatan Rupiah bukti keberhasilan pemerintah tekan impor
BI soal Rupiah menguat: Pertemuan Trump dan Xi Jinping memberi dampak positif